Strategi Memenangkan Beasiswa ke Luar Negeri

Sahabat MPers,

Berdasarkan request seorang kontak, kali ini saya akan share pengalaman saya tentang bagaimana memenangkan beasiswa (baca: sekolah gratis) ke luar negeri, khususnya Australia.

Sebelum berbicara strategi, saya ingin sampaikan juga kepada anda yang belum tahu, bahwa sejauh ini cukup banyak beasiswa, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang bisa dijadikan alternatif jalan bagi anda yang ingin melanjutkan kuliah di Australia. Beasiswa itu tidak hanya diperuntukkan untuk mereka yang mau kuliah masters, tapi juga yang akan studi doctoral, bahkan post doctoral.

Dari dalam negeri, setahu saya belum lama ini ada beasiswa baru yang ditawarkan oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) bagi PNS, dosen atau pegawai lembaga pendidikan, pegawai industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta masyarakat umum yang ingin melanjutkan kuliah pasca sarjananya di Australia. (Informasi selanjutnya bisa di baca di sini).

Sementara, pemerintah Australia sendiri sudah cukup lama menawarkan beberapa program beasiswa kepada putra-putri negara-negara berkembang, seperti Indonesia, agar mereka bisa melanjutkan pendidikan ke negeri Kangguru ini. Yang paling terkenal diantaranya adalah Australian Development Scholarship (ADS). ADS menyediakan hampir 300 seats kepada putra putri terbaik Indonesia untuk melanjutkan studi di Australia. Sejauh ini sudah ada ribuan masters dan ratusan orang doktor alumni program ini. Mereka para alumni itu saya pikir telah turut serta mewarnai proses pembangunan Indonesia dalam satu dekade terakhir.

Selain itu juga ada program Australian Leadership Award, Australian Partnership Scholarship, dan juga beberapa beasiswa yang langsung ditawarkan oleh masing-masing universitas di Australia, seperti Endeavour International Postgraduate Research Scholarship – IPRS, dan masih banyak lagi yang lain (untuk yang di Monash University, silahkan baca di sini).

Nah, sekarang saya akan bicara lebih spesifik tentang strategi memenangkan beasiswa ADS (beasiswa saya sekarang). Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah memiliki sertifikat test bahasa Inggris berstandar internasional, seperti TOEFL, atau IELTS. Khusus untuk mendaftar beasiswa ADS, syarat nilai minimal TOEFL adalah 500 (atau setara dengan nilai 5.00 pada nilai IELTS). Tentu, agar aplikasi anda bisa masuk nominasi, usahakan agar nilai TOEFL dan atau IELTS ini melebih standar minimal, karena nanti pada akhirnya nilai itu akan di ranking diantara ribuan pelamar.

Sebelum lamaran anda dikirim, pastikan anda sudah memiliki kontak dengan satu atau dua universitas di Australia. Akan lebih baik lagi, kalau anda sudah memperoleh sesorang profesor yang siap menjadi supervisor anda sebelum anda mengirim lamaran. Lampirkan bukti tertulis komunikasi anda dengan mereka pada berkas lamaran. Biasanya bukti-bukti komunikasi dengan pihak Australia pada lamaran akan sangat bermanfaat untuk meyakinkan tim seleksi dalam menilai motivasi dan proaktifitas anda.

Di samping itu, pelajari juga prioritas bidang studi yang diinginkan Ausaid. Dengan demikian, anda terpaksa harus ‘menyesuaikan’ pilihan bidang studi yang akan diambil agar kemungkinan untuk lulus bisa lebih besar. Dengan demikian, bisa aja anda tidak lulus bukan karena nilai akademik dan TOEFL anda jelek, tapi lebih karena pilihan studi anda tidak masuk dalam list subjek yang diprioritaskan Ausaid.

Biasanya dalam form lamaran, ada space dimana kita harus memberikan justifikasi kenapa bidang studi yang kita ambil penting bagi percepatan pembangunan Indonesia. Ini adalah saat untuk menunjukkan rancang bagun rencana masa depan anda. Anda harus bisa meyakinkan tim seleksi bahwa jurusan yang anda pilih sesuai dengan bidang dan latar belakang anda, dan bidang itu akan sangat bermanfaat bagi pembangunan Indonesia pada masa yang akan datang.

Kalau anda beruntung sampai pada seleksi tahap kedua, ujian IELTS dan interview, kesempatan anda untuk bisa mewujudkan salah satu impian anda tinggal selangkah lagi. Biasanya ada 600 pelamar yang dipanggil untuk mengikuti seleksi tahap dua ini. Sementara total beasiswa yang dibirikan adalah 300 orang. Dengan demikian, pada fase ini setiap kandidat tinggal bersaing dengan satu orang untuk bisa menjadi pemenang.

Lakukan persiapan test IELTS secara maksimal. Pelajari bentuk soalnya. Contoh soal IELTS bisa anda lihat di beberapa buku IELTS Preparation. Kalau anda kesulitan mencari contoh soalnya, anda bisa kontak IALF Jakarta atau Bali untuk membeli bukunya. Alternatifnya, anda bisa juga mencarinya di beberapa situs internet. Atau anda juga bisa mengontak saya, untuk saya pinjamkan bukunya

Saat interview adalah saat pewawancara melihat langsung motivasi dan antusiasme anda dengan program beasiswa ini. Ini adalah juga saat bagi tim seleksi untuk menilai apakah anda memang benar-benar layak memperoleh beasiswa ini. Karenanya, dengan percaya diri tunjukkan kepada pewawancara bahwa anda memang layak mendapatkannya. Ini adalah saat bagi anda untuk ‘menjual’ diri anda kepada pewawancara. Berceritalah kepada pewawancara tentang impian-impian anda, khusunya dalam konteks membangun Indonesia, andai nanti anda terpilih sebagai penerima beasiswa ini.

Di atas segalanya, tentu jangan lupa berdoa. Kita boleh saja dan bahkan harus membangun mimpi, namun semua keputusan akhir ada di tangan-Nya. Karenanya selalu awali dan juga tutup optimisme anda dengan kata ‘mudah-mudahan’.

Selamat mencoba. Semoga berhasil …!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s