PKS Dan Kejutan-Kejutan Itu

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara konsisten terus membuat kejutan dalam kancah politik nasional. Setelah membuat dunia ‘tercengang’ dengan prestasi mereka pada Pemilu 2004 yang lalu, dimana mereka memperoleh lompatan suara yang luar biasa dibanding pemilu sebelumnya, berturut-turut kemudian PKS mencatat sejarah, terutama ketika seringkali mereka menjadi ‘kuda hitam’ yang mau tak mau harus diperhitungkan oleh lawan-lawan politik PKS pada beberapa pemilihan kepala daerah.

Pilkada Depok, misalnya, berlangsung secara dramatis dan kemudian berakhir dengan kemenangan kader PKS, Nur Mahmudi Ismail, atas calon kuat dari Golkar, Badru Kamal, tahun 2005 yang lalu. Tahun 2006, di Banten, kader PKS juga ‘nyaris’ memenangkan kompetisi pemilihan gubernur Banten. Di Jakarta malah lebih heboh lagi, ketika PKS dengan gagah berani tampil sendirian melayani ‘keroyokan’ 19 Parpol besar maupun kecil. Walaun secara faktual PKS kalah dalam pilkada DKI, namun banyak orang percaya bahwa secara politis PKSlah pemenang sesungguhnya di DKI. Salah satu alasannya adalah karena mereka kalah dengan selisih suara yang sangat tipis.

Dan hari ini, kejutan itu berlanjut di Jawa Barat. Banyak orang terkejut, ketika pasangan HADE yang diusung PKS dan PAN dengan tak terduga bakal tampil sebagai pemenang. Pasangan HADE yang sebelumnya cendrung dianggap ‘seblah mata’ oleh dua pasang kandidat lain, justru membalik keadaan. Hasil dari banyak quick count oleh berbagai lembaga kredibel telah mengkonfirmasi hal ini. Dengan demikian, Jawa Barat bakal menjadi daerah pertama yang akan dinahkodai oleh kader PKS.

Walaupun sebagian kalangan berpendapat bahwa kemengan HADE lebih disebabkan karena figur Dede Yusuf, namun seperti diakui Dede dalam wawancara di sebuah stasiun TV kemaren malam, dalam konteks Pilkada Jabar dirinya bukanlah siapa-siapa, kalaulah tak dibantu oleh militansi ribuan kader PKS (dan juga PAN) di lapangan pada hari-hari menjelang pemungutan suara.

Ke depan, tidak tertutup kemungkinan PKS akan menorehkan kejutan-kejutan baru dalam kancah politik nasional. Bisa dikatakan, merekalah yang ‘paling siap’ (saya pake tanda petik karena ini cendrung subjektif) meneruskan estafeta kempemimpinan nasional setelah lima dan atau sepuluh tahun mendatang. Mungkin inilah yang menyebabkan partai besar seperti GOLKAR (kunon) dengan terang-terangan menempatkan PKS sebagai ‘musuh politik’ utama mereka pada pemilu 2009 mendatang.

Sebagai rakyat yang menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik, tentu saja kita berharap semoga PKS bisa menjalankan amanah ini dengan baik. Semoga kader-kader PKS di panggung publik (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) tetap konsisten dengan misi mereka berpolitik. Politik yang mengedepankan moralitas, kejujuran, dan keadilan. Politik yang menjadikan kekuasaan hanya sebagai alat untuk melayani masyarakat, dan bukan tujuan.

Dan hanya dengan konsistensi inilah, PKS bakal terus membuat kejutan baru.

Semoga !

One thought on “PKS Dan Kejutan-Kejutan Itu

  1. saya bukan anggota / kader PKS . tp prestasi PKS pemilu kemarin lumayanlah. tp akhir2 ini ada kecenderungan ikut2 an liberal ( terpancing arus dan akhirnya ikut hanyut) kedalam pemikiran Pragmatis dan Praktis.

    Itulah bedanya antara berpolitik dan bersiyasah. Dalam konsep Islam, yang dipakai itu adalah konsep ‘siyasah’, bukan ‘berpolitik’. Anak-anak PKS yang sekarang menjadi elit di pusat-pusat kekuasaan itu, kayaknya lebih berorientasi kepada pendekatan politik, dan jarang yang mau memakai lagi pendekatan ‘siasah’ itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s