Selamat Barack Obama, Congrat America!

Dear Mpers,

Pemilihan presiden Amerika kali ini benar-benar luar biasa, dan pantas dicatatat sebagai pemilihan presiden paling bersejarah sepanjang sejarah Amerika. Betapa tidak, jalan panjang perjalanan pesta demokrasi di negara adidaya itu kemaren berakhir dengan tampilnya Barrack Obama, senator muda dari Illinois yang berkulit hitam sebagai pememenang. Obama dengan meyakinkan mampu mengungguli saingannya dari Partai Republik, veteran Perang Vietnam, Jhon Mc Cain.

Hasil penghitungan suara hingga Rabu (5/11) menunjukkan keunggulan Obama dan wakilnya, Joe Biden, atas John McCain/Sarah Palin. Kandidat Partai Demokrat itu memperoleh 52 persen suara pemilih atau 62,53 juta suara, sedangkan kedua calon Republik itu hanya 44 persen atau 55,45 juta. Untuk suara perwakilan pemilih (electoral votes), Obama/Biden meraup 338 sedangkan McCain/Palin 163. Dengan demikian, Obama sekarang menjadi presiden berkulit hitam pertama yang akan menduduki the White House setelah dua abad Amerika merdeka.

Banyak sekali yang menarik dari pemilihan presiden Amerika kali ini. Salain fenomena Barrack Obama dengan segudang catatan dan cerita tentangnnya, peningkatan jumlah pemilih secara signifikan, juga fenomena semakin matangnya Amerika dalam berdemokrasi. (Minimal untuk konteks pemilihan presiden kali ini).

Kedewasaan itu sudah terlihat ketika Hillary Clinton dengan besar hati mengakui keunggulan Obama dalam konvensi capres Partai Demokrat, walaupun sebelumnya mereka bersaiang dengan sangat ketat. Hilary bahkan segera membikin pernyataan bahwa dia akan sepenuhnya mendukung Obama dalam pemilihan presiden segera setelah dia tahu bahwa dia kalah dalam konvensi.

Kedewasaan itu kemaren kembali sangat jelas terlihat ketika Mc Cain dengan gentle mengakui kemenangan Obama dan mengucapkan selamat kepada Obama. Sebaliknya Obama juga menaruh hormat dan memberikan appresiasi yang tinggi kepada rival politiknya McCain. Dan sampai detik ini kita tidak melihat adanya satu kelompok yang tidak menerima hasil penghitungan suara, apalagi sampai bakar-bakaran seperti yang sering terlihat pada proses demokrasi kita di tanah air.

Bagi Obama, kemenangan ini bukan hanya kemenangan partai Demokrat dan pendukungnya, tapi adalah kemenagan seluruh bangsa Amerika. “Kita tidak pernah menjadi kumpulan individu-individu, kumpulan negara bagian merah dan negara bagian biru,” ujar Obama. “We are, and always be, the United State of Amerika,” (“Kita adalah selalu menjadi Satu Kesatuan Negara Amerika”)

Pada titik ini, saya pikir kita pantas belajara kepada Amerika. Bersikap dewasa dalam berpolitik. Tidak sombong jika mendapatkan kemenangan dan legowo dengan kekalahan. Semoga kemenangan Obama betul-betul membawa perubahan yang lebih baik kepada dunia, sebagaimana tema besara Obama selama kampanye pemilihan presiden.

Oh ya, bagi anda yang ingin membaca/mendengarkan teks asli pidato kemenangan Obama kemaren, bisa dibaca/di dengar di sini.

Selamat Obama, Cangrat Amerika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s