Karena Hidup Adalah Pilihan

Salam sahabat Mpers yth,

To Lead is to Decide demikian ungkapan yang sangat dekat dengan kerja seorang pemimpin. Bahwa ketka anda berani mengambil peran sebagai seorang pemimpin, anda juga harus berani membuat keputusan-keputusan penting demi kemaslahatan apa yang anda pimpin. Jangan lupa juga bahwa ketika kita bicara seorang pemimpin, sesungguhnya kita tidak serta merta bicara tentang pemimpin dalam makna luas, seperti seoarang kepala negara, khalifah, atau ketua organisiasi tertentu. Kepemimpinan itu sesungguhnya juga sangat dekat kita. Karena kita, siapapun kita, pada hakekatnya adalah seorang pemimpin, minimal kita adalah leader untuk diri kita sendiri.

Maka, sebelum anda menjadi seorang pemimpin hebat dalam konteks yang lebih luas, belajarlah menjadi pemimpin tangguh untuk diri anda sendiri, yang salah satunya dibuktikan dengan keberanian anda dalam mengambil keputusan-keputusan penting terkait masa depan anda. Keputusan-keputusan yang kadangkala tidak mudah, namun harus diambil demi masa depan anda yang lebih baik.

Tidak sedikit orang yang terlambat menikah, misalnya, hanya karena dia tidak berani mengatakan ‘yes’ pada pernikahan. Banyak orang yang bertahan hidup beratahun-tahun dalam stagnasi yang akut, hanya karena dia tidak berani mengatakan (memutuskan) ‘selamat tinggal’ terhadap masa lalunya. Dan cukup banyak orang yang bertahan bekerja dengan situasi yang sebenarnya dia tidak nikmati, karena dia dipenuhi keraguan apakah dia bisa mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik ketika dia harus memutuskan meninggalkan peerjaan sebelumnya.

Lebih jauh, jika anda ingin belajar dan mengasah diri anda agar bisa mengambil keputusan yang efektif untuk masa depan anda yang lebih baik, anda juga mesti memiliki mentalitas pendukung, yaitu keberanian mengambil resiko (risk taking). Atau dalam bahasa yang lebih jelas, anda harus BERANI GAGAL.

Setiap keputusan tentu memiliki konsekwensi. Termasuk konsekwensi terburuk sekalipun. Kalau kita ingin berubah, kita harus berani menghadapi resiko ini. Kita harus berani meninggalkan zona kenyamanan ini. Tidak ada perubahan yang gratis. Semua ada harga yang kita bayar. Sebagaimana halnya seekor kupu-kupu yang indah. Si kupu-kupu tidak serta merta menjadi indah dan elok dipandang. Adalah sunnatullah bahwa kupu-kupu yang cantik itu berawal dari seekor ulat, kemudian berubah menjadi kepompong, dan barulah kemudian menjadi seekor kupu-kupu yang cantik tadi.

Masalahnya adalah apakah kita akan tetap menjadi ulat, atau berani meninggalkan ‘zona nyaman seekor ulat’, dan kemudian memutuskan menjadi seekor kupu-kupu dengan meninggalkan dunia ulat, berubah dan ‘bersakit-sakit’ menjadi kepompong, dan setelah itu menjadi seekor kupu-kupu?

Hidup adalah pilihan. Allah tidak akan merubah nasib seseorang, sebelum dia sendiri yang memutuskan untuk berubah. Hidup adalah perubahan. Tidak ada satupun yang abadi di dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri. Maka sesungguhnya bagi mereka yang bertahan dalam stagnasi, mereka yang masih bisa menikmati kejumudun, dan bersabar denga keadaan statis, sesungguhnya mereka telah melawan kemestian alam.

Tinggal kita, mau pilih yang mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s