Dulu Aktor Sinetron, Kini Juru Parkir…

Dear Mpers,

Berita berikut barangkali bisa memberikan pelajaran multidimensi kepada kita semua; bahwa setiap perbuatan akan ada balasannya; setiap keputusan ada resikonya (karenanya lakukanlah dan bikinlah keputusan yang baik, agar kita memperoleh hasil yang baik; bahwa hidup berputar seperti roda (karenanya apabila anda sudah berada di puncak, jangan lupa diri, sebab tak ada seorangpun yang bisa bertahan di puncak selamanya); dan yang paling penting adalah bahwa narkoba itu benar-benar telah menghancurkan masa depan banyak orang di negeri ini. Karenanya, mari selamatkan anak bangsa kita dari monster pembunuh yang satu ini.

Semoga bermanfaat! Salam

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/19/03355833/dulu.aktor.sinetron.kini..juru.parkir

KORBAN NARKOBA
Dulu Aktor Sinetron, Kini Juru Parkir…

Kamis, 19 Maret 2009 | 03:35 WIB
Badan berotot sedikit bungkuk, perut buncit, kulit legam, dan gigi hancur karena narkoba. Nyaris tidak tersisa kegagahan seorang Andre—bukan nama asli—aktor sinetron tahun 1990-an yang menjadi korban kecanduan narkoba.

”Lumayanlah sekarang masih bisa dapat uang Rp 15.000 kalau jaga parkir malam hari. Saya sudah enam tahun lebih bersih (berhenti memakai narkoba) dan dapat terapi khusus,” kata Andre yang tinggal di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hampir setiap malam, pukul 20.00 hingga pukul 22.00, Andre mencari nafkah menjaga parkir di depan sebuah apotek di dekat sebuah rumah sakit milik TNI.

Hidup Andre bagaikan roller coaster yang naik dan turun secara drastis. Pernah merasakan hidup dengan wajah tampan, memiliki ayah pejabat penting sekaligus anggota parlemen, dan hidup ala orang tenar. Kini dia, seperti pengakuannya saat ditemui Kamis (26/2), nyaris menjadi sampah masyarakat….

Andre bersyukur tidak terjerumus lebih dalam, bahkan berakhir mati mengenaskan, akibat narkoba. Ekstasi, putau, hingga sabu menemani Andre sejak medio tahun 1995.

”Teman kuliah saya di jurusan perhotelan sudah banyak yang meninggal. Ada juga yang meninggal overdosis di dalam kampus,” kata Andre.

Petaka narkoba menghampiri Andre di kampus, tetangga, dan dunia artis. Sekadar mencoba, jadilah dia ketagihan. ”Kalau enggak cicaw (menyuntik putau) atau ngedrag (mengisap sabu), rasanya enggak bisa apa-apa dan tidak mau hidup,” kata Andre.

Dia pun tersingkir dari dunia sinetron karena keadaan fisik semakin parah. Ayah Andre berusaha mencari jalan untuk merebut kembali putranya. Andre pun dikirim ke pelbagai lembaga pengobatan hingga pesantren.

Jalan berliku bagi seorang pencandu yang ingin sembuh. Jatuh bangun dialami, teman-teman lama selalu berusaha meracuni dia untuk kembali memakai narkoba. Saat sakau—ketagihan narkoba—Andre tidak segan-segan menjual perkakas dan isi rumah. Pelbagai barang berharga milik ayah dan ibunya dijual di lapak pemulung tidak jauh dari rumah.

Terakhir sebelum akhirnya berhenti menggunakan narkoba tahun 2003, Andre sempat datang dalam sebuah pesta ulang tahun seorang bandar terkenal berinisial Aw. ”Seingat saya itu kali terakhir pakai narkoba. Untung bapak saya masih mau merawat saya,” kata Andre.

Andre mengaku, tiga adiknya menjadi ”orang”, berumah tangga dan memiliki pekerjaan. Hanya dia seorang yang menjadi beban sang ayah yang hidup menduda.

Kini, di usia yang baru masuk 35 tahun, fisiknya sudah layu. Rambut Andre beruban, kulit bersisik akibat penggunaan narkoba. Namun, sekali lagi, dia merasa beruntung bisa terlepas dari jeratan narkoba.

”Dulu dia ganteng dan gagah. Ke mana-mana berdandan dendi seperti aktor Hollywood. Badan tegap, kemeja flanel, celana jeans bermerek, dan gesper buckle mahal. Rambutnya panjang diikat ekor kuda seperti Steven Seagal. Sekarang ini siapa menyangka dia pernah bolak-balik main sinetron sebelum akhirnya kejeblos jadi pencandu narkoba. Sekarang malah jadi tukang parkir,” kata Djupri, tetangga Andre.

Narkoba memang mendatangkan laknat bagi manusia. Dalam hitungan Djupri, di lingkungan kelurahan mereka yang berada dalam Kecamatan Tanah Abang, setidaknya ada 15 pemuda yang tewas karena narkoba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s