Kecurangan UN; Kisah Sedih Yang Selalu Berulang

Dear Mpers,

“Sejarah itu berulang, dengan waktu dan pelaku yang berbeda”.

Ungkapan ini juga berlaku dalam pelaksanaan Ujian Nasional untuk siswa SLTA di tanah air yang tengah berlangsung saat ini. Cerita tentang ketidakjujuran itu kembali terulang dengan ditangkapnya sejumlah kepala sekolah yang berniat curang dalam pelaksanaan UN kemaren.

Entah kapan cerita sedih dan memalukan itu akan bisa hilang dari dunia pendidikan kita?

————-

[Jawa Pos. Selasa, 21 April 2009 ]
Belasan Kasek Ditangkap, ”Sembunyikan” Soal Cadangan untuk Buat Kunci Jawaban

MANNA – Kepergok membocorkan soal ujian nasional (Unas), 16 kepala sekolah tingkat SMA/MA se-Kabupaten Bengkulu Selatan ditangkap polisi. Tak hanya mereka, tujuh guru yang ikut menjadi panitia Unas juga ditangkap.

Mereka ditangkap ketika berusaha membocorkan soal ujian tambahan atau persiapan. Penangkapan dilakukan Minggu (19/4) sekitar pukul 14.30 WIB di SMAN 1 Kota Manna.

Dalam penangkapan itu, polisi menemukan dan menyita barang bukti berupa soal dan lembar jawaban cadangan yang sudah dibuka dan akan dibuatkan kunci jawabannya. Hingga kemarin belasan Kepala dan para guru sekaligus panitia Unas itu masih diperiksa di ruangan Barak Dalmas, Polres Bengkulu Selatan.

Kronologinya, Minggu (19/4) pukul 09.00 WIB, Kepala SMAN I ML, dan seluruh koleganya hadir di aula Disdikpora dengan agenda menerima pendistribusian soal ujian nasional tingkat SMA/MA/SMK. Saat itu juga hadir perwalikan Dinas Pendidikan Provinsi dan Tim Independen dari Inub. JUga Kabid Dikmen Disdikpora berikut sejumlah Kapolsek.

Kepala SMAN 1 yang pertama kali mengambil soal cadagan ikut mengecek seluruh mata pelajaran yang akan diujikan yang berjumlah sembilan. Oleh ML, seluruh soal cadangan dimasukannya ke dalam beberapa kardus yang lantas dengan bantuan stafnya dibawa ke mobilnya untuk dibawa ke Polsek Kota Manna.

Pengirimannya dikawal seorang polisi, ML, dan tiga guru. Setiba di Polsek Kota Manna, ketiga guru tersebut langsung turun, kemudian mengambil sejumlah soal unas tersebut di bagasi belakang.

Waktu itu aparat kepolisian yang ikut memantau tidak ikut menurunkan kardus berisi soal tadi. Ternyata tidak semua kardus berisi soal cadangan diturunkan. Tersisa satu kardus di dalam mobil.

Satu kardus soal cadangan itu dibawah ke SMAN 1. Setiba di sana, ML yang menjadi ketua MKKS menghubungi seluruh Kepala SMA dan menceritakan keberhasilannya membawa soal cadangan. Maka sejumlah Kepala SMA dan MA langsung berdatangan ke SMAN 1 yang terletak di Jalan Panggeran Dhuayu Kecamatan Pasar Manna.

Mereka sepakat membuka soal tersebut dan membuat kunci jawabannya. Rencananya, kunci jawaban tersebut akan diberikan pada siswa.

Aksi para kepala sekolah tersebut terbongkar, setelah polisi yang ikut mengawal tadi merasakan kejanggalan. Selain itu, kedatangan para kepala sekolah ke SMA 1 tersebut juga mencurigakan.

Maka, penyelidikan pun dilakukan. Kecurigaan bertambah, karena gerbang SMAN 1 terkunci rapat. Agar bisa masuk ke dalam, beberapa polisi menyamar sebagai guru.

Dengan cara itu, penjaga sekolah baru bersedia membukakan pintu pagar sekolah. Saat itulah terlihat para kepala sekolah tadi membahas soal cadangan tersebut untuk dibuatkan kunci jawabannya.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Herry Wiyanto menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut adalah berkat kewaspadaan dan kerja keras polisi. ”Kami sampai harus menyamar,” katanya. (che/jpnn/ruk)
http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=64759

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s