Cara ‘Gila’ Jadi Pengusaha

Salam sahabat semua,

Just wanna share my experience
————
Kamis yang lalu saya berkesempatan menghadiri sebuah seminar dengan pembicara bapak Purdi E.Chandra, seorang milyuner asal kota gudeg Jogjakarta, di The Hills Hotel Bukittinggi . Seminar yang bertajuk “Cara Gila Jadi Pengusaha Itu” diadakan oleh komunitas para pengusaha yang didirikan oleh pak Purdi yang menyebut kelompok mereka dengan ‘mahasiswa’ Entrepreneurship University.

Dari tema seminarnya saja sudah bisa bisa ditebak kalau Purdi E Chandra bakal menyampaikan ide-ide gila dan ‘nyeleneh’ untuk memotivasi para peserta seminar dalam memulai usaha mereka. Sebagai seorang praktisi bisnis sukses, Purdi dengan lugas menyampaikan ide-ide ‘neyeleneh’nya kepada peserta. Pemilik franchise lembaga pendidikan Primagama ini mengatakan bahwa untuk menjadi pengusaha sukses anda tidak perlu pintar-pintar amat, tidak perlu ber IPK tinggi, tidak perlu lulusan universitas, bahkan katanya juga tak harus bermodal (banyak).

Bagi anda yang berniat terjun ke dunia usaha, yang paling penting dilakukan adalah bagaimana anda secara terus menerus menggunakan dan melatih penggunaan otak kanan anda. Otak kanan adalah bagian otak yang lebih banyak berfungsi dalam hal imaginasi, intuisi, dan kreativitas. Sebaliknya otak kiri adalah otak yang berfungsi untuk berfikir logis, runtut, rapi, dan terencana.

Masalah kita selama ini adalah semenjak kecil kita lebih banyak menggunakan (atau dilatih menggunakan) otak kiri. Sehingga dalam konteks memulai usaha, kita cendrung terlalu banyak menghabiskan waktu pada fase perencanaan untuk menghitung sana sini. Celakanya, otak kiri bisa menyebabkan kita untuk kurang berani memulai usaha, takut kalau-kalau usaha itu tidak berjalan sebagaimana yang kita inginkan.

Karenanya kemudian yang mesti dilakukan oleh seorang yang berkeinginan menjadi pengusaha adalah ‘sembilan A’, yaitu action, action, action, dan ………….. action. Jadi yang paling penting adalah BERANI memulai, dan BERANI MENGAMBIL RESIKO. Secara berkelekar Pak Purdi mengatakan bahwa kata ‘resiko’ itu sama akar katanya denga ”rizqi”. Jadi rezqi anda sesungguhnya tergantung seberapa besar resiko yang berani anda ambil. Semakin besar resiko usaha anda, maka peluang rezki anda juga akan semakin besar. Rezki seorang pemilik restoran tentu tidak akan sama dengan seorang pencuci piring di restoran itu, karena resiko pekerjaannya juga berbeda.

Setelah anda memulai sebuah usaha, kemudian dalam perjalanannya ada kendala, yakinlah bahwa otak kanan anda akan membantu anda dalam mencari cara-cara kreatif sebagai solusi permasalahan anda. Anda perlu yakin dengan sebuah kekuatan unik yang dimiliki setiap manusia, yang disebut dengan the power of kepepet. Sebuah anugrah Tuhan bahwa manusia cendrung bisa melakukan ‘keajaiban’ ketika mereka bener-bener berada pada posisi dan kondisi yang sangat sulit. Tidak jarang seseorang baru bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada saat kepepet, masa dimana sesorang dihadapkan pada sedikit sekali pilihan.

Kemudian anda juga mesti membangun optimisme sejak awal bahwa usaha anda insyaAllah akan berhasil. Optimisme ini sangat penting sebagi bensin pembakar semangat anda dalam perjalanan. Optimisme akan menjadikan anda seorang dengan tekad yang kuat membaja meraih tangga kesuksesan dalam usaha anda. Sebaliknya, keragu-raguan bisa menjadi awal yang tidak baik bagi cita-cita keberhasilan anda. (Pak Purdi, memberi kepanjangan OPTIMIS dengan Ok Pasti Tidak Miskin).

Bagaimana kalau anda tidak punya modal uang yang cukup? Purdi kembali menyampaikan ide ‘gila’ dengan mengatakan anda bisa memperoleh modal memulai usaha dengan berhutang ke bank. Katanya berhutang adalah satu hal yang terhormat dan mulia, karena kalau anda berhutang ke bank, berarti anda telah ikut menggaji para pekeja di bank agar mereka bisa tetap bertahan hidup. Bukankah tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah? Hmmm …. Dan kalau anda berhutang, jangan tanggung-tanggung. Berhutang sampai miliaran sekalian, biar modal usahanya juga semakin besar. (bagi yang ingin tahu trik meyakinkan bank untuk bisa meminjamkan duit dalam jumlah banyak kepada kita tanpa anggunan, kayaknya perlu ikut jadi mahasiswa Entrepreneurship University nih .. )

Kemudian kalau bisnis anda sudah mulai berkembang, akan lebih baik anda mencari orang lain mengurusi bisnis anda (seperti dengan menggaji para General Manager). Sementara anda bisa pergi kemana-kemana, sambil melakukan ekspansi bisnis anda di tempat lain (secara teori ini disebut dengan istilah on business). Dalam bahasa pak Purdi, carilah para ‘malaikat’ yang akan bekerja sungguh-sungguh untuk kesuksesan perusahaan anda. Carilah orang-orang pintar. Gaji dengan layak. Kemudian berikan kepercayaan penuh kepadanya.

Di akhir sesi, tokoh pengusaha yang bercita-cita menciptakan 2000 pengusaha baru di Indonesia ini mengingatkan tentang PENTINGNYA MEMBERI dalam kehidupan, termasuk dalam keberhasilan usaha anda. Memberi (atau dalam bahasa syariat Islam lebih dikenal dengan sadoqoh, zakat, infak, dan sejenisnya) adalah sebuah pekerjaan mulia, yang dijanjikan Tuhan dengan balasan berlipat ganda. Maka yakinilah bahwa sadoqah dan sejenisnya tidak akan pernah membuat anda miskin. Justru sadaqah itu adalah pintu bagi anda untuk mendapatkan balasan yang jauh lebih besar. Dengan demikian, kalau anda ingin memperoleh rizki jauh lebih besar dari yang anda dapatkan hari ini, maka mulailah dengan memberi jauh lebih besar daribiasanya kepada orang lain yang membutuhkan. Diminta atau tidak. Ingat tuhan telah berjanji dengan manusian, dan Tuhan itu tidak pernah mengingkari janjinya.

Semoga bermanfaat. Terimakasih kepada pak Purdi atas segala ilmunya. Sa’atnya untuk action, action, dan action.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s