Belajar Dari Kerendahanhati Ismail A.S

Salah satu sisi yang menarik dari jawaban Ismail a.s ketika ditanya bapaknya Ibrahim a.s tentang perintah penyembelihan itu adalah ketika Ismail memilih kata-kata yang sangat rendah hati, ‘satajiduuni insyallah minasshobiriin’ (maka engkau akan dapatkan aku insyallah termasuk hambanya yang shobar).

Pilihan jawaban ini sungguh sebuah pilihan kata yang merefleksikan betapa rendah hatinya seorang Ismail, a.s. Betapapun sesungguhnya beliau sudah (akan) melakukan sebuah pengorbanan yang luar biasa besar. Tak ada lagi rasanya pemberian dan atau pengorbanan yang lebih besar dari pengorbanan jiwa. Namun besarnya pengurbanan itu kemudian tak menjadikan Ismail merasa besar dan kemudian merasa lebih tinggi dari orang lain.

Saudara. Mari belajar kepada Ismail tentang sikap kerendahhatian ini. Jujur, belum banyak pengorbanan yang kita lakukan dalam pembuktian keimanan kita kepada Allah swt. Belum terlihat karya-karya besar kita dalam menjalani keberIslaman kita. Karenanya sangat tak pantas kalau kita merasa sudah berbuat banyak, dan kemudian membanggakan amal kita yang sedikit itu kepada manusia lain.

Ya Rabb! Jadikan kami hambamu yang senantiasa bisa memberikan yang terbaik yang kami punya di jalanMu. Jadikan kami hambamu yang senantiasa menjaga hati dan jiwa kami agat tetap merendah di hadapanMu. Amiin

Selamat Hari Raya Kurban 1430 H!

Anto dan keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s