Pilihannya, Membunuh Atau Terbunuh

Salam sahabat mpers semua,

Judul postingan saya di atas mungkin agak terkesan sedikit menyeramkan. Judul ini terinspirasi dari kontemplasi saya tentang salah satu fenomena kehidupan yang sedang kita jalani ini. Bahwa suka ataupun tidak, disadari atau tidak, kita sesungguhnya senantiasa berada dalam lingkaran kompetisi dan bahkan juga peperangan dalam berbagai bentuk wajah. Perlombaan dan peperangan itu sepertinya adalah sebuah kemestian kehidupan yang akan selalu ada di setiap langkah kehidupan kita.

Perlombaan itu bahkan telah dimulai sejak kita belum terlahir menjadi bayi. Yaitu ketika jutaan sel sperma yang dipancarkan ayah kita harus ‘berperang’ dan berlomba, berlarian melintasi rongga rahim dan kemudian ‘bertempur’ untuk menjadi satu sel sperma saja yang nanti akan membuahi sel telur (ovum) dari ibu kita. Atas takdir yang maha kuasa, hanya satu dari jutaan calon embrio itu yang benar-benar menjadi makhluk. Sementara jutaan lainnya harus tersingkir dan kemudian lenyap bersama perjalanan waktu.

Ketika kita tumbuh dan berkembang menjadi seseorang, persaingan dan pelombaan itu juga senantiasa hadir dalam kehidupan kita. Ada banyak sekali cuplikan kehidupan kita yang berisi fakta bahwa hidup yang kita jalani sekarang sesungguhnya adalah hasil dari berbagai macam bentuk perlombaan yang dulu kita jalani. Dulu ketka kita masih kecil, kita mungkin bersaing berebut mainan dan makanan dengan saudara kita, kita berusaha keras untuk menjadi yang tercepat saat pertandingan lari atau saat berenang dengan teman-teman sepermainan kita. Saat kita sekolah, kita barangkali juga berjuang menjadi yang terbaik di kelas kita. Dan saat kita dewasa, kita meneruskan perlombaan itu dengan alasan dan tujuan sesuai kebutuhan kita sebagai orang dewasa.

Mungkin ada orang dewasa yang berlomba memperebutkan wanita idaman, atau bersaing memperoleh pekerjaan, berebut tahta kekuasaan, memperbanyak harta, atau bahkan berlomba memperbanyak anak. Sebagian yang lain mungkin terlibat dalam perlombaan memperbanyak ilmu dan amal. *mudah-mudah saya dan anda semua yang membaca postingan ini termasuk pada kelompok yang terakhir ini*.

Apapun motivasi kompetisi yang sedang kita jalani, perlu kita ingat bahwa kompetisi itu bisa benar-benar berubah menjadi peperangan yang sebenarnya. Dan dalam setiap peperangan tentu akan selalu ada pihak yang menang dan kalah. Akan selalu ada pihak yang memperoleh keberhasilannya di atas kekalahan dan kegagalan pihak lainnya.

Walau faktanya tidak semua orang bisa menjadi pemenang, hampir semua kita tentu berharap bisa menjadi pemenang itu dan tidak pernah kita berencana untuk menjadi kelompok yang kalah. Sampai di sini kemudian, pilihannya adalah ‘menang atau kalah, membunuh atau terbunuh’. Sebuah pilihan yang tidak mudah. Tetapi begitulah fakta kehidupan. Disadari ataupun tidak.

Tahukah anda bahwa setiap hari akan selalu ada seekor singa yang berlari lebih cepat agar dia bisa memangsa seekor rusa untuk dapat bertahan hidup dan menghindari kelaparan. Pada saat yang sama, setiap hari juga ada seekor rusa yang berusaha berlari lebih cepat lagi, agar dia tidak dimangsa singa itu.

Dan situasi seperti ini sesungguhnya juga berlaku bagi anda yang berjuang untuk beramal sholeh dan menyebar kebaikan di muka bumi ini, karena setiap saat syithan laknatullah tidak akan pernah rela dan senantiasa mengintai niat baik anda. Bahkan syithan sudah sejak lama mengumumkan perang kepada anda yang berniat berbuat baik. Maka pilihannya, anda yang membunuh syhitan atau justru syeithan yang membunuh anda.

Sebagai penutup, mari renungkan penggalan ayat berikut:

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”. (At-Taubah:111).

Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s