Vonis Kematian Itu …


Sahabat mpers yang baik,

Masih ingatkah kita bahwa sesungguhnya kita sudah lama memperoleh vonis kematian? Ya, sejak sebelum kita terlahir dan melihat dunia yang indah ini, Tuhan telah menetapkan vonis mati untuk kita. Bahwa kehidupan yang dianugrahkannya ini pasti akan berakhir dengan kematian. Sekali lagi, vonis itu pasti. Masalahnya hanyalah masalah waktu, cepat atau lambat.

Sahabat,

Ketika detik terus berputar, waktu berlalu, dan tahunpun berganti, kita sesungguhnya sedang bergerak menjemput vonis itu. Semua kita sedang menunggu giliran panjang eksekusi dari vonis kematian kita. Walau kita tidak tahu persis, entah kapan, dimana, dan dengan cara apa.

Takutkah kita? Mungkin. Betapa tidak, kehidupan yang terlanjur kita nikmati harus kita tinggalkan. Segala hal yang hari ini kita miliki, suatu saat harus kita tinggalkan sebagai warisan. Kematian itu bahkan, bisa menjadi mimpi buruk sangat menakutkan bagi mereka yang terlanjut mencintai dunia ini sedemikian rupa.

Tapi, siapa yang berani hidup, juga harus berani mati. Kehidupan dan kematian adalah dua sisi mata uang yang senantiasa saling melengkapi. Kematian justru ada untuk mengukuhkan eksistensi kehidupan.

Yang paling penting sekarang adalah, sejauhmana persiapan kita untuk menjemput vonis itu? Jika kita percaya dengan kehidupan abadi setelah kematian, maka seyogianya setiap helaan nafas sekarang yang masih kita miliki, kita gunakan untuk menambah investasi kita sebagai modal pada kehidupan yang abadi itu. Orang cerdas sesungguhnya adalah mereka yang menggunakan segala potensi terbaiknya untuk bersiap menunggu eksekusi vonis kematiannya. Berbuat yang terbaik untuk kehidupan dunia dan akheratnya.

Jadi, tak perlu takut dengan kematian itu. Apalagi kalau kita benar-benar berharap surga. Bukankah kematian adalah satu-satunya pintu gerbang untuk bisa bertemu dan masuk ke sorgaNya ?

“Beramalallah untuk duniamu, seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Dan beramallah untuk akheratmu, seakan-akan engkau akan mati besok pagi” (Al-Hadits)

Ya, Allah. Matikanlah kami dengan husnul khatimah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s