Mencermati Muara Gerakan Revolusi Mesir

Salam sahabat mpers,

Seperti kita tahu bahwa saat ini mata dunia sedang tertuju pada apa yang sedang berlangsung di negeri piramida, Mesir, menyusul aksi protes besar-besaran yang dilakukan warga Mesir menentang kepemimpinan Husni Mubarrak yang sudah berlangsung hampir satu minggu ini. Gerakan perlawanan rakyat Mesir yang menuntut Mubarrak mundur dari kursi kepresidenannya itu telah berjalan sangat panas dan berdarah-darah. Sedikitnya sampai saat ini tercatatat sudah 125 orang dikabarkan tewas, dan ratusan lainnya luka-luka.

Gerakan revolusi rakyat Mesir ini sungguh mengguncang pemerintahan Husni Mubarrak. Namun Mubarrok sepertinya enggan memenuhi tuntutan massa. Keputusannya untuk mengangkat wakil presiden dan membentuk kabinet baru tempo hari lebih terlihat sebagai usahanya untuk mempertahankan kekuasaan yang telah dia genggam selama hampir 30 tahun itu, ketimbang mendengar aspirasi rakyatnya. Dia bahkan cendrung kalap dan melawan arus deras penentangnya. Tembakan dan kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam menghadapi pengunjuk rasa adalah bukti dari kekalapan rejim Mubarrok. Pemerintah Mesir juga memblokir penggunaan internet, jaringan telpon seluler, dan media komunikasi lain agar pengunjuk rasa tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Bahkan saat ini, jet tempur dan tank militer berkeliaran di pusat kota Kairo. Maka jadilah Mesir semakin mencekam dan membara.

Karena suasana yang semakin memburuk ini, banyak negara di dunia yang menghimbau warganya untuk pulang. Pemerintahan Cina, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia, misalnya, bahkan mengirimkan peswat khusus untuk mengevakuasi warganya melalui udara. Sore ini, hari ini saya dengar presiden SBY juga merencanakan hal yang sama untuk mengevakuasi lebih dari 6000 WNI yang sekarang bermukim di Mesir.

Di Kairo dan beberapa kota besar lainnya di Mesir, gerakan rakyat prodemokrasi ini masih terus berlanjut dan belum tahu sampai kapan akan berakhir. Aksi rakyat Mesir ini bahkan juga mendapat dukungan dari beberapa kelompok masyarakat di beberapa negara, seperti di Malaysia, Indonesia, Libanon, Irak, London, dan juga di Amerika Serkat.

Apakah aksi ini akan mengulang sukses gerakan serupa seperti yang terjadi di Tunisia beberapa waktu sebelumnya yang berhasi menumbangkan kekuasaan presiden Ben Ali? Melihat kultur rakyat Mesir yang pantang menyerah, kemungkinan bahwa gerakan rakyat Mesir ini akan berhasil menumbangkan rejim Mubarrok yang selama ini dianggap otoriter sungguh sangat besar. Seperti kita lihat di layar televisi, para pengunjuk rasa itu sudah membulatkan tekad bahwa mereka tak akan mundur walau sejengkal, apapun resikonya, sampai Mubarrok benar-benar lengser dari kekuasaannya.

Menarik saya pikir untuk menganalisa kemana muara gerakan revolusi ini? Siapa yang diuntungkan dan siapa yang ketar-ketir jika Mubarrok benar-benar tumbang? Kemudian bagaimana dengan Amerika Serikat? Apa sikap yang akan diambil negara yang selama ini menjadi sekutu Mesir di Timor Tengah?

Hemat saya, kemungkinan besar yang akan terjadi adalah Mubarrak terpaksa mundur. Kecuali kalau Mubarrak benar-benar kalap dan sudah benar-benar tuli, dan kemudian menggunakan kekuatan militer dalam menghadapi pengunjuk rasa. Memerintahkan tembak di tempat, misalnya, untuk memukul mundur para demonstran, seperti yang terjadi di lapangan Tianmen Cina pada tahun 1989 silam. Tapi ini tentu adalah pilihan yang sangat berat. Mubarrak bisa digantung warga dunia jika nekad mengambil pilihan ini.

Kalau Mubarrak mundur, maka pihak-pihak yang bertikai akan menunjuk satu orang yang relatif dipercaya semua pihak untuk memimpin pemerintahan sementara yang tugas utamanya adalah menyelenggarakan pemilihan umum yang adil dan demokratis untuk membentuk pemerintahan yang defenitif. Kecendrungan ini sudah mulai terdengar, ketika kelompok oposisi Ikhwanul Muslimin, misalnya, mengusulkan Al-Baredei, seorang tokoh Mesir yang relatif dihormati banyak pihak dan selama ini bermukim di Veina Austria, untuk menjadi mediator dialog dengan Mubarrok.

Ini saya pikir skenario terbaik yang sedang dipersiapkan oleh para pengunjuk rasa. Walau opsi ini bagai buah simalakama buat negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Mereka berada dalam posisi yang sulit. Bagaimanapun, selama ini AS telah diuntungkan dengan keberadaan rezim otoriter Mubarrak untuk mengamankan kepentingannnya di kawasan Timur Tengah, namun di sisi lain, Amerika tentu juga tak bisa menghalangi (bahkan harus mendukung) proses demokratisasi yang sedang berlangsung di Mesir.

Jika pemilu yang adil benar-benar bisa berlangsung, maka tentu peluang bagi kelompok oposisi, seperti Ikhwanul Muslimin, terbuka lebar untuk tampil menjadi pemenang. Kemungkinan ini yang sesungguhnya menjadi kekhawatiran utama AS dan sekutunya, termasuk Israel. Bisa dibayangkan, jika Mesir dipimpin oleh kelompok oposisi seperti IM, maka kepentingan AS di Timor Tengah tentu akan terancam. Bahkan ada yang berfikir sangat jauh, bahwa jika Mesir dikuasi rezim anti barat, maka Terusan Suez yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian dunia yang menghubungkan Eropa-Asia bakal ditutup. Dengan demikian, barat akan kehilangan salah satu akses ekonomi vitalnya ke Timur Tengah.

Terancamnya ‘eksistensi negara Israel’ (saya pakai tanda kutip, karena termasuk mereka yang tidak mengakui keberadaan negeri penjajah ini di Palestina) tentu efek lainnya yang harus dihitung oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Bukan tidak mungkin, jika kelompok posisi anti barat memenangkan pemilu di Mesir, maka pengusiran Israel dari tanah Palestina hanyalah menunggu waktu. Dan ini jelas akan menjadi mimpi buruk bagi seluru bangsa Yahudi di dunia.

Hemm, kawan-kawan, analisanya bisa sangat panjang. Sekarang, bagaimana menurut kalian?

Salam,

Afrianto Daud

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s