Mengumpulkan Yang Terserak

Salam sahabat mpers yang baik hati,

Postingan saya kali ini barangkali tidak terlalu penting untuk dibaca. Ini hanyalah kumpulan dari sebagian status saya di akun facebook. Walaupun tidak terlalu aktif di sana, tetapi ketika memposting sesuatu, saya tetap berusaha untuk menulis status yang bermakna. Jadi, tidak hanya sekedar mengupdate status dengan kabar tentang sesuatu yang sifatnya ‘remeh temeh’ urusan pribadi.

Saya sengaja mengumpulkannya di sini (walau tidak semua, karena bisa kepanjangan) agar pikiran-pikiran sesaat yang sempat saya tulis itu (sebagian adalah kutipan dari orang lain), bisa tersimpan dengan baik. Dan siapa tahu bisa juga menginspirasi anda semua. ^_^

Salam!

““`

Aku tidak butuh semua komentar (negatif) mereka
Aku bukan pecundang
Aku ingin membuktikan kepada mereka semua,
bukan mereka yang menentukan nasibku,
tapi diriku dan Tuhan
Aku punya impianku sendiri
~Alif dalam ‘Ranah 3 Warna’~

… menjadi pemulung hikmah yang berserak di berbagi status, note, dan postingan anda semua, kawan. Terimakasih …
Seorang pembelajar sejati yang berharap dirinya terus tumbuh dan berkembang seharusnya memposisikan dirinya sebagai sebuah gelas ‘separuh penuh’. Penempatan diri seperti ini penting agar dia mau mendengar, menyerap, dan menerima segala kemungkinan tetes ilmu dan hikmah darimanapun itu berasal, sesederhana dan sekecil apapun itu …
Jika para burung, ayam, dan unggas itu saja bisa pulang ke sarang mereka di sore hari dengan kantong penuh makanan, maka apa layak kita manusia ragu untuk bisa berbuat yang jauh lebih dahsyat dari para binatang itu. Kawan, sejak kapan kita khawatir dengan jaminan rezeki dari Tuhan?
Selama jantung kita masih berdetak, maka menjadi tua itu adalah kemestian. Tetapi menjadi tua tidak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan seseorang, karena menjadi dewasa adalah pilihan …
Jangan sampai masa lalu itu membunuh masa depanmu. Jika di sana ada sakit dan luka, maka cukupkan keikhlasanmu menerima sebagai obatnya. Jika di sana ada alpa dan salah, maka pastikan taubatmu menjadi perbaikannya. Tersenyumlah dengan masa depanmu. Yakinlah bahwa pada saatnya Tuhan akan menjadikan segalanya indah …
… ada orang yang dengannya belum pernah aku bertemu, tapi cintaku padanya jauh melebihi segala yang kurasa.. #SajakDhuha~S.A.F~
Dalam konteks perubahan, Tuhan tak pernah memaksa kita. Dia senantiasa membuka ruang kebebasan kepada ummatNya untuk memilih; ya atau tidak. Maka keputusan akhirnya adalah tetap ada pada diri kita, ‘berubah SEKARANG menuju hari esok yang lebih baik atau tetap TERTINGGAL dalam keterbelakangan dan kejumudan’.
… acting as a ‘househusband’ with three little girls around to look after …
Adalah wajar kalau anda sakit jika terluka, sedih jika kehilangan, atau marah jika dihina. Tapi ingat bahwa pilihan respon atas setiap stimulus (kejadian) yang kita alami tidak terbatas pada hal umum itu. Dari dulu kita diberi kebabasa untuk memilih berbagai respon itu. Maka, kenapa kita tidak memilih tegar jika terluka, ikhlas ketika kehilangan, dan sabar jika dihina?
Kita tak mungkin dan tak kan pernah bisa menyamai malaikat yang selalu terjaga dari dosa, tetapi juga jangan sampai seperti syhaithan yang selalu durhaka. Dan jika sekarang kesalahan dan kealpaan itu kembali kau perbuat, kawan, maka seperti kata Rummi, “Kembali dan kembalilah kepada Tuhanmu, walau engkau telah mengingkari taubatmu seribu kali”.
Kawan, apa yang membuatmu risau tentang masa depan?
Jika keraguan itu masih membelenggumu
Maka berdoalah kepada yang Maha Mungkin
Agar Dia beri kau keyakinan
Bahwa semuanya akan berjalan dengan baik
Percayalah kau, kawan
Bahwa di hadapan Tuhan yang Maha Besar
Permasalahan sebesar apapun,
Akan menjadi sangat kecil dan sederhana
Maka kembalikanlah semua kepada-Nya


Keberhasilan dan keberuntungan dalam hidup tidak hanya ditentukan (diantaranya) oleh faktor nasib, tetapi juga NASAB (keturunan). Karena dulu kita tidak pernah bisa memilih dari rahim siapa kita dilahirkan, maka yang bisa kita lakukan sekarang adalah memilihkan NASAB terbaik untuk anak-anak dan generasi penerus kita …
Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. (Petikan Surat Untuk Firman Utina)


Don’t limit yourself. Many people limit themselves to what they think they can do. You can go as far as your mind lets you. What you believe, remember, you can achieve.
— Mary Kay Ash
Berharap keajaiban agar besok garuda kita mengepakkan sayap lebih tinggi, menatap dengan lebih tajam, agar bisa membalikkan keadaan, membuat sang harimau lari ketakutan. Ada ide darimu kawan bagaimana membantu timnas kita? Haruskah kita kerahkah seluruh ‘orang pandai’ di negeri ini untuk menjadi ‘pemain ke-12’? :))
Kadang merasakan sakitnya kalah itu diperlukan, agar nanti kita bisa merasakan betapa indah dan nikmatnya kemenangan. *menghiburdiri.com*🙂
@di kampung emak. Bersiap-siap mau pergi mancing di Batang Tarusan. Menjemput kembali salah satu hobiku yang sempat hilang dirampas berbagai kesibukan, setelah bertahun-tahun. Semoga dapat yang besar ..🙂
Ada dua hal yang sering membuat orang tidak bisa menikmati hidupnya; trauma dengan kejadian buruk pada masa lalu dan kekhawatiran tentang masa depan. Mari berfokus pada hari ini. Nikmati apa yang kita punya saat ini, sesederhana apapun itu. Karena hidup kita sesungguhnya adalah detik ini, detik ini; bukan kemaren, besok, atau lusa.
Even if I don’t reach all my goals, I’ve gone higher than I would have if I hadn’t set any.
— Danielle Fotopoulis
Kawan, tahukah anda bahwa besarnya rizqi kita sering berbanding lurus dengan seberapa besar resiko yang berani kita hadapi. Jika anda berharap memperoleh ikan kakap dansejenisnya, maka memancinglah di tengah ombak besar menggulung itu, tempat dimana ikan-ikan besar bermain, walau mungkin dengan resiko bahwa ombak besar itu bisa membuat kapal anda terbalik … (rizqi = risk)
My dearest soulmate … Terimakasih atas segala cinta tak bertepi yang senantiasa kau semai pada setiap detik proses membesarkan anak-anak kita. Atas segala keuletan dan kesabaran dalam mendidik para malaikat kecil kita menjadi seseorang. Tuhan pasti akan membalasnya dengan kebaikan tak terkira. Semoga diriku juga bisa menjadi ayah yang baik untuk putra putri kita. ~selamat hari Ibu~


Selalu ada harga yang harus kita bayar untuk sebuah pencapaian. Maka teruslah nikmati proses itu, kawan. Walau mungkin ada keringat, air mata, atau bahkan darah yang harus menetes di sepanjang jalan itu. Bukankah kota Roma tidak dibangun dalam satu malam? Bahkan Tuhanpun perlu ‘beberapa hari’ untuk membuat alam semesta menjadi ada …
Tetaplah berhusnu zhon dengan segala ketetapan Allah untuk kita. Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik dalam pandanganNya. Kita hanya butuh menambah keyakinan, bahwa pada saatnya, Tuhan akan menjadikan segalanya indah.
You are what you believe and think; NOT what you eat, wear, and drive …
“Dalam memberilah kita menerima, dalam memberi maaflah kita dimaafkan, dan dalam kematianlah kita lahir dalam kehidupan yang abadi” ~ Santo.F~.
“The pessimist
complains about the wind, the optimist expects it to change. The leader adjusts
the sails (Yang pesimis merisaukan
badai yang kencang. Yang optimis mengharap badai segera berlalu. Pemimpin
mengatur arah layar agar tetap melaju). ~ Maxwell
jangan pernah menyerah, sekecil apapun peluang anda untuk menang …
bagus kalau anda bisa menjadi seorang ‘generalis’ (tahu sedikit tentang banyak hal), tetapi kalau mau benar-benar sukses, teruslah berjuang menjadi seorang ‘spesialis’ (tahu banyak tentang satu hal) …
Mari belajar kepada tetes air yang sesungguhnya lembut, tetapi secara menakjubkan bisa memecahkan kerasnya batu karang; karena air itu secara konsisten terus menetes dan menetes …
Jika aku adalah hujan, maka kau adalah pelangi yang muncul ketika hujan tiada …
Bersyukur untuk rizki yang ‘pas-pasan’ – pas butuh, pas ada. :))
Kita kadang terlalu banyak meminta , dan lupa untuk memberi. Padahal kebahagiaan kita sesungguhnya adalah pada saat kita bisa memberi dan bukan pada saat menerima ….
Sahabat … Walaupun tidak mudah, menahan marah itu jauh lebih baik daripada mengobralnya. Tapi kalaupun anda harus marah, maka marahlah dengan alasan yang jelas, pada waktu dan dengan cara yang tepat …*lataghdab.com*
Karena mati itu pasti, hari pembalasan itu pasti, sorga dan neraka itu pasti…Sudakah kita juga memastikan kesiapan diri kita menjemput semua keniscayaan itu …? *seribu doa untuk alm. ustadz shofwan*
Maaf kawan, saya tidak akan berdebat soal selera. Karena pilihan selera itu sangat subjektif. Sebagaimana (mungkin) dirimu yang suka malam, sementara aku (dari dulu) menikmati senja … Aku menghargai pilihanmu, please do it in the same way to me …😉
Sahabat sekalian … Semoga ALLAH memberikanmu PELANGI untuk setiap hujan, SENYUMAN untuk setiap tangisan, RAHMAT utk setiap cobaan, KEKUATAN dan KETEGARAN untuk setiap ujian dan MAKBUL untuk setiap doa…
@ on the way to the South. Break for a while in ‘Puncak Lampu’,’ enjoying a magnificient natural view; excotic green sea, beautiful beach, and green hill with the wind blowing slowly from the top of the hill. Subhanallah… What a wondeful creature!
Sahabat … semoga kabahagian kita hari ini tidak hanya sekedar memakai ‘baju baru’ dan atau sejenisnya. Tetapi lebih karena kita memiliki jiwa baru, kembali fithri setelah menunaikan shiam Ramadhan sebulan penuh. Selamat Idul Fithri untuk sahabat semua. Salaam takzim dari kami … ^__^
Berkata Imam As-Syafi’i, “Saya mengadu pada Waqi’i tentang buruknya hafalanku. Beliau menasihatiku agar meninggalkan maksiat. Dan memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat.”
“Sometime life hits you with in the head with a brick. But don’t loose faith. I am convinced that the only thing that kept me g
oing was that I loved what I did. ” (Pidato Steve Job, pendiri Apple dan Pixar di Acara Wisuda Stanford University). what an inspiring speech!
Keberhasilan tidak hanya karena ada kesempatan dan atau momentum, tetapi (yang lebih penting) adalah karena ada NIAT pelakunya. Waspadalah ..waspadalah … ^__^
gagal kadang diperlukan, agar kita bisa merasakan manisnya keberhasilan. Jika anda berani sukses, ada waktunya anda juga harus berani gagal …
I might be a slow walker, but I will never walk back, even a single step .. (AL)
# Rule Number 1: Don’t say that you are NOBODY!
Ya, Yahuud. Kami tak pernah membenci kalian sebagai kelompok manusia di muka bumi. Tapi, sungguh kami muak dan marah dengan arogansi dan kebiadaban kalian yang menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.
Jika tanah Palestina tidak berhak didiami Israel, kemanakah bangsa Yahudi itu pantas diungsikan?
Jauh lebih baik pusing karena banyak kerjaan, ketimbang pusing karena tidak ada kerjaan. Jika kita tidak sibuk dengan kebaikan, seringkali kita terjebak untuk sibuk dengan kemaksiatan. So, nikmati aja sibuk dengan kerjaan yang banyak, selama membawa kebaikan. Termasuk ‘menikmati’ pusingnya …🙂
Even a great empire starts from a small happy family … *ngutip dari ads nya FB :-)*

Ternyata kita memang terlalu lemah untuk menjadi baik ‘sendirian’ di dunia yang bergetah ini. Sepertinya masih lebih banyak alasan untuk tetap bertahan bersama komunitas ini, walaupun kenyataan yang kita temukan kadang tidak seindah idealita yang dulu kita impikan. Toh, jamaah ini bukanlah kumpulan malaikat yang selalu suci, tetapi juga bukan kampulan syaithan yang senantiasa berbuat dosa. Bertahanlah, kawan!
Kalaupun engkau tidak bisa menjadi pohon besar di puncak bukit yang tumbuh tegak dan rimbun, maka jadilah engkau seperti rumput manis yang tumbuh di jalan setapak, yang membawa orang pada mata air kehidupan, sebab tidak semua orang harus menjadi besar, kuat dan perkasa, tetapi sejauh mana engkau bisa membuat hidupmu bermakna. (Khalil Gibran)


Saudaraku, semestinya tidak ada masalah yang besar bagi seorang muslim sejati. Seyogianya masalah dunia ini tidak pantas menjadi asbab yang membuat kita bersedih. Kalaupun kita harus menangis, maka menangislah karena khawatir jika nanti (karena dosa-dosa kita), kita tidak berhak masuk surganNya Allah SWT.
I work hard for a better future for the same reason I breath for today and tomorrow. Wish you a happy new year, buddies!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s