Hidup Ini Bukan Matematika

Sahabat mpers,

Merencanakan kehidupan itu perlu. Karena perencanaan membantu kita memperjelas arah, akan kemana biduk kehidupan kita akan mengalir. Perencanaan yang baik memberi kita kesempatan untuk menyiapkan segala sesuatu sekaligus alternatif pilihan dalam menjalani kehidupan. Saking pentingnya perencanaan, para ahli managemen mengingatkan bahwa jika anda ‘gagal berencana, itu sama artinya anda merencanakan untuk gagal’.

Namun menjalani kehidupan ini tidak cukup hanya dengan perencanaan yang matang. Bahkan, dalam batas tertentu, perencanaan yang terlalu detail dan jelimet berpotensi menjadi sumber ketakutan anda. Pada titik ekstrim, hitungan-hitungan yang sangat detail itu bisa menjadikan anda menyerah dan berhenti melanjutkan rencana anda ke tingkat aksi.

Seorang yang awalnya berniat membangun usaha/bisnis, misalnya, bisa memutuskan untuk tidak jadi melanjutkan usaha bisnisnya, karena segala data di atas kertas yang begitu detail itu mengatakan kepadanya bahwa dia tidak cukup modal untuk melanjutkan usahanya. Dan dia putuskan untuk balik kanan, menyerah.

Alasan yang sama barangkali juga berlaku pada sebagian orang untuk tidak berani melanjutkan sekolah sesuai cita-citanya, karena secara kasat mata dia telah melakukan hitung-hitungan bahwa rencana sekolahnya tak mungkin bisa tercapai, karena dia tidak memiliki modal keuangan yang cukup untuk mewujudkan impiannya menjadi kenyataan.

Pada kasus lain, ada sebagian keluaraga yang ‘tidak berani’ menambah anak dengan alasan karena mereka merasa tidak punya kemampuan keuangan untuk menambah anak. Coretan-coretan mereka di atas kertas tentang segala kemungkinan biaya anak semenjak lahir sampai dia dewasa, termasuk biaya pendidikan yang mahal, telah mengurungkan niat mereka untuk memililiki anak (lagi), betapapun mereka sadar bahwa anak itu sesunggunya anugrah.

Kawan berhentilah berpikir dengan pola seperti itu, karena hidup ini sesungguhnya tidak bisa dijalani (hanya) dengan rumus matematika. Selain perencanaan yang baik, keyakinan yang kuat juga menempati posisi sangat penting agar hitung-hitungan di atas kertas itu bisa berjalan sempurna. Bahkan, menurut saya, ada banyak sisi kehidupan yang tidak bisa dihitung secara matematis.

Lihatlah bagaimana dulu orangtua kita menghidupi kita. Mereka mungkin tak sekolah tinggi seperti kita. Mereka bahkan tidak memiliki perkerjaan tetap seperti kita sekarang. Tapi, alhamdulillah mereka tetap bisa memberi penghidupan kepada kita secara layak. Yang mereka punya adalah KEYAKINAN. Keyakinan bahwa tuhan Maha Kaya, Tuhan itu Maha Pemberi, dan Tuhan tidak mungkin menyia-nyiakan hamba-Nya.

Sekali lagi, walaupun matematika itu perlu, tapi hidup ini bukanlah matematika.

Salam.

* foto dicomot dari sini

(Tq bu dokter vina nan elok, for reminding ^^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s