Kuliah Gratis Ke Luar Negeri; Siapa Mau?

Dear all,

Assalamu’alaikum,

Kuliah ke luar negeri, tentu, bukanlah segalanya. Namun, karena beragam alasan, barangkali banyak diantara kita yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Bagi anda yang beruntung terlahir dari keluarga mampu secara finansial, bersyukurlah anda tidak perlu repot-repot berpikir bagaimana mewujudkan impian ini menjadi kenyataan. Anda cukup mengasah kemampuan bahasa anda, dan kemudian mendaftar di sekolah atau di perguruan tinggi (PT) yang anda idamkan. Ketika semua syarat administrasi klar, anda tinggal berangkat ke PT yang anda inginkan itu, tanpa harus khawatir oleh biaya pendidikan yang besarnya bisa 100 kali lipat dari biaya belajar di Indonesia.

Namun, saya yakin tidak banyak diantara anak-anak Indonesia seberuntung mereka yang saya sebutkan di atas. Saya dan juga kebanyakan dari anda yang membaca tulisan ini barangkali adalah mereka yang memiliki cita-cita tinggi untuk sekolah ke luar negeri, namun harus berhadapan dengan kenyataan bahwa anda memiliki keterbatasan keuangan. Karenanya, anda harus sedikit memutar otak, mempuh jalan menanjak dan berliku untuk mewujudkan cita-cita anda itu.

Tak satu jalan ke Roma. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. Demikian dua ungkapan yang akrab di telinga kita selama ini. Dengan demikian, keterbatasan finansial tentu bukan alasan untuk kita mengubur impian itu. Karena ternyata ada cukup banyak beasiswa dari berbagai sumber yang bisa kita dapatkan. Walau tentu perlu diingat bahwa karena demandnya tinggi, sementara quota untuk setiap beasiswa itu biasanya terbatas, maka hampir semua beasiswa ke luar negeri itu menjadi sangat kompetitif.

Karena nature hampir semua beasiswa ke luar negeri itu adalah highly competitive, maka untuk bisa memperoleh dan memenangkannya anda harus berjuang ekstra keras. Anda harus memiliki mental sebagai seorang ‘petarung sejati’ dan kemudian melakukan apa yang disebut dengan ‘going extra miles’ (berusaha sedikit di atas rata-rata yang dilakukan banyak orang). Dan bukankah hasil itu biasanya berbanding lurus dengan kadar usaha yang kita lakukan?

Well, lets go to the point. Bagi anda yang tertarik, berikut diantara persyaratan umum yang sudah harus anda miliki sejak sekarang:

1. Memiliki nilai Bahasa Inggris (TOEFL/IELTS) yang cukup.

Beda beasiswa akan beda skor TOEFL minimal. Secara umum, beasiswa ke LN menyaratkan skor TOEFL minimal dalam rentang 500 – 550 (atau setara skor 5-6 IELTS) untuk pendaftaran.

2. Memiliki nilai akademik yang cukup (beda beasiswa beda nilai minimal).

3. Memiliki tujuan studi (study objective) yang jelas.

4. Memiliki proposal penelitian yang jelas (untuk S3)

5. Memiliki surat rekomendasi dengan jumlah yang ditentukan.

6. Dokumen lain (tergantung beasiswanya)

Berikut akan saya share beberapa beasiswa berdasarkan destinasi negara yang mungkin bisa anda coba untuk melanjutkan studi S2/S3 di luar negeri secara ‘gratis’. Tulisan berikut kebanyakan berdasarkan pengalaman pribadi dan dari bacaan dari beberapa sumber. Beasiswa itu sendiri tentu tidak terbatas hanya pada beberapa beasiswa yang akan saya sebut di bawah ini.

1. Australia

a. Australian Development Scholarship

Sepanjang yang saya amati, ini adalah beasiwa paling banyak diburu oleh putra putri terbaik Indonesia setiap tahun. Disamping quotanya yang lumayan besar (tahun ini hampir 400 orang), beasiswa ini juga dianggap sebagai beasiswa paling lengkap, karena mencakup hampir seluruh kebutuhan kita selama masa studi.

FYI, untuk tahun ini, ADS masih sedang menerima aplikasi pendaftaran, dan akan due sampe akhir Agustus 2011. So, bagi anda yang berminat mengadu peruntungan untuk melanjutkan S2/S3 di bumi Kangguru melalui beasiswa ini, silakan buruan mendaftar sebelum pendaftaran tutup.

Informasi lebih lanjut tentang beasiswa ini bisa dibaca di sini.

b. Australian Leadership Award (ALA)

Ini juga beasiswa penuh yang ditawarkan pemerintah Australia untuk melanjutkan studi S2/S3 di salah satu universitas di Australian melalui Departemen Pendidikan mereka. Fokus beasiswa ini adalah untuk mereka yang memiliki prestasi akademi tinggi dengan potensi kepemimpinan yang kuat. Beasiswa ini jauh lebih kompetitif dibanding ADS, selain karena diperebutkan oleh putra-putri terbaik sekawasan Asia Pasifik, juga karena quota untuk Indonesia biasanya juga sangat terbatas (sekitar 25 orang setiap tahun).

Tentang segala persyaratan dan prosedur pendaftaran bisa dipelajari di sini.

c. Endeavor Scholarship

Mirip dengan ADS dan ALA, Endeavor juga sangat kompetitif. Anda sudah harus terlebih dahulu diterima di satu PT di Australia untuk bisa melamar Endeavor. Endeavor tidak hanya menawarkan kesempatan untuk melanjutkan studi S2/S3 di Australia tetapi juga kegiatan lain seperti shortcourse atau penelitian di salah satu PT Australia. Semua proses pendaftaran dilakukan secara online. Teknis pendaftaran dan informasi lengkap bisa dipelajari di sini.

d. Beasiswa Universitas

Hampir semua universitas di Australia menawarkan beasiswa untuk calon mahasiswa international, walaupun quotanya sangat terbatas, tapi beasiswa ini juga layak anda coba. Anda bisa langsung ke situs resmi universitas yang anda inginkan, biasanya di sana nanti akan ada link infomasi terkait beasiswa yang ditawarkan. Sebagai contoh, untuk Monash University, anda bisa baca link ini, dan untuk Melbourne University, anda bisa pelajari link ini.

2. Amerika

a. Fulbright Scholarship

Besiswa ini adalah termasuk beasiswa yang juga sangat populer di kalangan pemburu beasiswa di tanah air. Ada cukup banyak alumni beasiswa ini yang telah menjadi tokoh berpengaruh di Indonesia. Sebut saja misalnya mantan Ketua MPR Amien Rais, mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, mantan rektor IAIN Azyumardi Azra, tokoh pers Ichlasul Amal, Tokoh Muhammadiyah Syafi’i Maarif, pengamat Politik Mochtar Pabottingi, mantan Jurubicara Kepresidenan Rizal Mallarangeng, Rektor Uni Paramadina Anis Baswedan, sampai seniman Putu Wijaya.

Setiap tahun pemerintah Amerika melalui lembaga AMINEF (American Indonesia Education Foundation) memberi kesempatan kepada sekitar 30 orang putra putri terbaik Indonesia untuk melajutkan studi S2/S3 ke Amerika. Tidak hanya itu, AMINEF juga menawarkan beberapa program kursus singkat dengan syarat-syarat tertentu.

Informasi detail bisa dilihat di sini

b. Beasiswa US.PRESTASI

PRESTASI adalah singkatan dari Program to Extend Scholarships and Training to Achieve Sustainable Impacts .Ini adalah beasiswa khusus masters/S2 yang ditawarkan pemerintah Amerika melalui lembaga The Indonesian International Education Foundation (IIEF), baik bagi mereka yang dari kalangan pemerintahan maupun swasta, termasuk NGO. Jika anda telah memiliki nilai TOEFL yang cukup dan bekerja di sekitar target sector beasiswa ini, peluang anda untuk memenangkan beasiswa ini cukup besar. Informasi lebih lengkap baca di sini.

3. Inggris

a. British Chevening Award

Ini adalah salah satu beasiswa prestisius yang ditawarkan ke banyak negara, termasuk Indonesia, oleh British Council (pemerintah Inggris). Beasiswa ini hanya menawarkan program masters/S2 selama satu tahun di UK untuk berbagai macam jurusan dan disiplin ilmu. Karena quotanya sangat sedikit (sekitar 25 orang setiap tahun), beasiswa ini juga tergolong sangat kompetetif.

Informasi lengkap bisa anda baca di sini.

4. New Zealand

a. New Zealand Asean Scholars Awards

Mulai tahun kemaren (cmiiw), pemerintah New Zealand memberikan kesempatan kepada 50 orang anak-anak Indonesia untuk melanjutkan studi S2/S3 mereka di New Zealand melalui scheme beasiswa New Zealand Asean Scholars Awards. Beasiswa ini terbuka bagi siapa saja, sepanjang segala persyararan administrative terpenuhi.

Informasi lengkap, bisa dibaca di sini.

b. New Zealand Development Scholarship

Scheme beasiswa ini mirip dengan beasiswa ADS ke Australia. Bedanya adalah kuota yang jauh lebih sedikit dibanding ADS. Tetap beasiswa ini juga layak anda coba, walaupun kuotanya sedikit, yang mendaftarpun biasanya juga tidak sebanyak ADS. Jadi peluang anda untuk lulus tetap terbuka cukup lebar.

Informasinya bisa dibaca di sini.

5. Belanda

a. Stuned Scholarship.

Ini adalah beasiswa yang juga cukup populer di kalangan para pemburu beasisiwa di tanah air. Setiap tahun pemerintah Belanda menyediakan sekitar 20-35 beasiswa penuh untuk anak-anak Indonesia untuk melanjutkan studi S2/S3 dan juga shortcourse di salah satu universitas di Belanda. Mirip dengan Endeavor ke Australia, anda sudah harus diterima dulu di salah satu universitas di Belanda untuk bisa mendaftar beasiswa ini. Baca info lebih lanjut di sini.

6. Ke banyak Negara

Sejak empat tahun terakhir, pemerintah Indonesia melalui Direktoral Pendidikan Tinggi (Kemendiknas) berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pengajar pergurauan tinggi melalui pemberian beasiswa ke luar negeri. Beasiswa ini kemudian lebih dikenal dengan Beasiswa Dikti. Kuotanya sangat besar, 1000 orang per tahun.

Jadi jika anda adalah seorang dosen, baik negeri maupun swasta dan telah memiliki nilai yang cukup, dan telah memperoleh surat penerimaan (full offer) dari satu universitas di luar negeri, peluang anda untuk memperoleh beasiswa ini sangat-sangat besar. Saya dengar, karena kendala kemampuan Bahasa Inggris, setiap tahun paling banyak yang bisa berangkat melalui beasiswa ini hanya sekitar 400 orang.

Well, sebenarnya masih ada yang lain, seperti Monbukagakusho ke Jepang, Beasiswa Erasmus Mundus ke Eropa, dan lain sebagainya. Tetapi saya cukupkan sampai di sini dulu tulisan saya ini. Khawatir anda capek membacanya. ^__^

Well, temans. See, banyak kan pilihannya? So, tinggal pilih anda mau kemana. ^__^ Selamat mencoba. Semoga sukses!

Salam hangat,

Afrianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s