Antara Ngompol dan Capung

Assalamu’alaikum,

Semangat pagi kawan! Apa kabar kalian semua? Semoga makin sukses dunia akherat yah. Amiin.

Setelah beberapa lama saya ‘puasa’ menulis di jurnal, berikut saya share satu pengalaman saya terkait hubungan capung dan ngompol.

Begini ceritanya ^^

Adalah Alya, anak kedua kami yang sudah berumur 7,5 tahun, masih belum bisa berhenti dengan kebiasaan basahnya ketika tidur (baca: ngompol). Padahal sudah diusahakan untuk mengurangi minum sebelum tidur, termasuk juga memastikan dia untuk pipis dulu sebelum tidur. Tetapi, selama ini ya tetap aja setiap pagi putri kami ini harus bangun dalam kondisi banjir😉.

Eh, tiga hari yang lalu ada seekor capung terperangkap masuk ke rumah. Refleks aja adik ipar saya bilang, “Eh, tangkap tu capung. Cobain ke Alya. Gigitin, biar tidak ngompol lagi.”

Sambil ketawa-ketawa kami tangkap tu capung. Kemudian kami si panggil si Alya untuk mendekat dan digigitan capung ke pusarnya. Awalnya sih dia gak mau. Geli katanya. Tapi akhirnya dia mau juga.

Eh, alhamdulillah. Ajaib ding ^^ Udah dua malam ini, si Putri Alya sudah tidak ngompol lagi. Saya sih antara percaya dan tidak percaya. Apakah ini memang ada hubungannya dengan ‘terapi capung’ itu? Adakah diantara empers yang bisa menjelaskan secara medis? Atau ini hanyalah sugesti saja?

Salam parenting ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s