Memulai dari Akhir

Sahabat,

Barangkali sebagian anda sudah familiar dengan istilah ini. Beginning with the end (memulai dari akhir). Istilah ini pertama sekali dipopulerkan oleh Stephen R. Covey dalam salah satu buku best sellernya, 7 Habits of Highly Effective People (7 Kebiasaan Manusia Yang Paling Effektif). Saya mengenal dan membaca buku ini sekitar 12 tahun yang lalu, namun beberapa prinsip yang dibicarakan oleh Stephen dalam buku itu masih cukup segar dalam ingatan saya.

Menurut Stephen, salah satu kebiasaan orang sukses (atau orang yang hidupnya efektif) adalah mereka biasanya memulai (aktivitas) kehidupannnya dari akhir. Inti dari prinsip ini adalah bahwa betapa pentingnya kita membuat perencanaan yang matang sebelum kita bertindak dan atau melakukan sesuatu. Walaupun perencanaan bukan segalanya, namun jamak dipahami bahwa gagal berencana sama dengan merencanakan untuk gagal.

Pada fase perencanaan itulah kita melakukan visualisasi tentang apa hasil akhir dari apa yang akan kita lakukan. Layaknya saat kita akan membangun sebuah rumah, tentu yang harus dilakukan pertama sekali adalah membuat proyeksi/rancang bangun atau blue print dari bentuk rumah yang kita idamkan. Setelah semua gambaran akhir dari rumah yang ingin kita bangung selesai, barulah kita melakukan aksi lanjutan, seperti membeli pasir, semen, batu, dan sebagainya sesuai dengan porsi yang dibutuhkan. Bayangkan, tentu akan sangat kacau apabila seorang yang membangun rumah, tetapi dia tidak pernah tahu gambar (hasil akhir) rumah yang dia inginkan.

Sahabat,

Saya pikir Stephen benar, bahwa akan sangat efektif kehidupan kita apabila sebelum kita melangkah kita telah memiliki proyeksi yang jelas kemana kita akan melangkah. Dengan kata lain, kita telah sangat paham tentang tujuan kehidupan kita, baik untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Seharusnya di kepala kita sudah sangat jelas jawaban tentang siapa kita, darimana kita, dan mau kemana kita.

Pertanyaannya, sudahkah anda memiliki gambaran tentang proyeksi kehidupan anda untuk sepuluh, duapuluh, atau limapuluh tahun kehidupan? Kalau sudah, bagus. Kalau belum, tentu tidak ada salahnya anda mulai memikirkannya dari sekarang. Tidak ada salahnya jika anda berhenti sejenak dan kemudian melakukan refleksi, berkontemplasi, dan kemudian mulai menulis naskah kehidupan anda (untuk sekarang dan yang akan datang)

Jika anda berfikir bahwa Tuhan pasti sudah mengatur semuanya. Itu betul. Namun bukankah kita tidak pernah tahu rencana Tuhan untuk kita. Karenanya, sangat penting bagi diri kita sendiri untuk membuat perencanaan kehidupan kita. Logika sederhanya, mereka yang memiliki rencana matang aja bisa gagal, apalagi mereka yang tidak memiliki perencanaan.

Alhamdulillah, saya sendiri merasakan bahwa apa yang saya peroleh hari ini adalah hasil dari mengamalkan prinsip ini. Kebanyakan dari capai-capaian saya hari ini, seingat saya, adalah sesuatu yang memang sudah saya visualisasikan sejak lama. Saya yakin, banyak diantara anda yang juga mengalami hal yang sama.

Bagi anda yang muslim, mungkin anda sudah familiar dengan hadist mashur yang berbunyi “Innamal A’maalu Binniaat Wa Innama Likullimriin Ma Nawa” (Segala amal itu dengan niat, dan hasil sebuah amal tergantung dari apa yang diniatkan). Kalau kita renungkan hadits ini dengan seksama, sesungguhnya rasul yang mulia juga telah mengajarkan prinsip ‘memulai dari akhir’ sejak lama. Bahwa hasil akhir sebuah amal tergantung niat. Dan niat itu dilakukan diawal kan?

Jadi, “Mulailah dari Akhir”, dan setelah itu lihatlah apa yang terjadi!

Itu … * sambil nunjuk gaya Mario Teguh*

^___^

p.s gambar dicomot dari sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s