Dokter Yang Melayani …

Salam sahabat empers,

Saya hanya ingin berbagi satu pengalaman sederhana ketika saya tadi pagi ada urusan ke bagian klinik pengobatan yang dimiliki Monash University. Sebetulnya ini bukan kali pertama saya mengunjungi klinik dokter di Australia. Tetapi ada satu suasana menarik yang saya pikir perlu saya share, yang tidak hanya saya jumpai tadi pagi, tetapi juga di waktu yang lain, yaitu terkait bagaimana budaya kerja para dokter di Australia dalam melayani para pasiennya.

Sebagaimana di tanah air, di Australia profesi dokter juga termasuk salah satu profesi yang sangat terhormat dan mulia. Tidak banyak orang yang bisa menjalani profesi ini di Australia. Tahuan 2009, misalnya, total dokter/GP di Australia tercatat hanya sebanyak 23 518 orang, atau sekitar 0,01% dari jumlah penduduk Australia yang berjumlah sekitar 21,262,641 jiwa. Mirip dengan sistem pendidikan kedokteran di Indonesia yang butuh tahapan cukup panjang bagi seseorang untuk bisa meraih gelar sebagai dokter, di Australia jalannya juga relatif sama. Pendeknya, profesi ini dalam hal tertentu sama-sama profesi mulia dan terhormat.

Tetapi, mari kita lihat bagaimana budaya kerja para dokter di sini. Jika anda mengunjungi klinik untuk berobat, anda tidak usah terkejut bagimana para dokter itu mengerjakan sendiri keseluruhan proses pengobatan pasiennya dengan rendah hati. Pelayanan pasien itu mulai dari mengambil kartu antrian pasien, memanggil/menjemput pasien ke ruang tunggu, mengambil rekam medis pasien, menulis resep (persisnya mengetikkan resep jika perlu), memprintnya, dan mengantar kembali pasien ke luar ruangan.

Tidak seperti di Indonesia dimana banyak dokter yang biasanya didampingi oleh beberapa asisten, dan dokter cukup menunggu di dalam ruangan, di sini saya tidak melihat ada seorang perawat atau asisten tertentu yang senantiasa stand by disamping dokter untuk membantu para dokter itu mengerjakan semua proses pelayanan.

Yang juga menarik adalah para dokter di sini tidak dengan mudah membuat resep untuk dibeli atau dikonsumsi oleh pasien. Mungkn hanya untuk kasus tertentu saja seorang pasien benar-benar dianjurkan untuk mengkonsumsi obat tertentu. Jadi jika anda adalah seorang yang sudah terbiasa ‘dimanjakan’ oleh para dokter di Indonesia dengan list panjang resep obat yang harus dibeli setelah selesai periksa kesehatan anda, maka bersiaplah untuk tidak kecewa jika anda berobat di sini. Mungkin karena pada dasarnya obat-obatan itu mengandung zat kimia yang bisa berbahaya untuk tubuh manusia, maka para dokter di sini akan sangat selektif dalam merekom pasiennya untuk mengkonsumsi obat tertentu,

Oh ya, di dalam ruangan dokter, biasanya anda akan dibuat senyaman mungkin. Sehingga tak heran jika putri kecil saya Alya yang harus melakukan suntik imunisasi di sini cukup kuat dan tidak menangis ketika jarum suntik menembus lengannya. Padahal dia biasanya sangat takut dengan jarum suntik. Mungkin sang dokter terlebih dahulu menyambutnya dengan sepasang balon warna warni dan beberapa potong cokelat, terus kemudian si Alya jadi ‘lupa’ bahwa sesungguhnya dia akan disuntik.

Tentu bukan berarti bahwa semua dokter di sini adalah sempurna dan para dokter kita di tanah air adalah jelek. Bukan itu poin yang ingin saya sampaikan. Poinnya adalah sudah seharusnya memang para dokter melayani para pasiennya seprima mungkin, dan tak perlu merasa pantas dilayani hanya karena dia seorang dokter dengan status terhormat itu.

Demikian saja sekelumit cerita saya. Semoga bermanfaat.

#diposting pada sore menjelang senja yang dingin, Melbourne 2011#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s