Beranikah PKS Keluar Dari Koalisi?

Asslkm,

Keputusan akhir reshuffle kabinet baru saja diumumkan SBY. Publik sudah semua tahu tentang siapa yang masuk dan siapa yang terpental dari KIB II itu. Salah satu partai yang kehilangan kadernya di jajaran kabinet baru ini adalah PKS, dimana kadernya Suharna Surapranata yang sebelumnya menempati pos Menteri Riset dan Teknologi tedepak dan kemudian diganti Gusti Muhammad Hatta.

Isu pergantian Suharna sesungguhnya telah diberi tahu orang suruhan SBY kepada presiden PKS, Lutfi Hasan, namun pihak PKS baru secara resmi menanggapinya setelah pengumuman resmi disampaikan SBY kemaren malam. Sangat jelas bahwa kubu PKS kecewa dengan pergantian ini. Karena kabarnya SBY telah membuat kontrak politik ‘khusus’ dengan PKS (dalam hal ini Ust. Hilmi Aminuddin) bahwa jatah kursi untuk PKS dalam KIB II seharusnya adalah empat pos kementrian.

Beberapa hari menjelang kabinet diumumkan, bahkan, tersiar kabar bahwa PKS ‘mengancam’ akan menarik keseluruhan kadernya di kabinet jika SBY mencopot salah satu dari mereka. Pro kontra di kalangan internal PKS pun cukup kuat, ada kelompok yang menginginkan untuk menarik diri dari koalisi, karena SBY dianggap telah melanggar komitmen politiknya, dan ada juga kelompok yang berfikir sebaliknya. Bahwa meneruskan kerjasama dengan kabinet SBY sekarang tetap jauh lebih membawa manfaat untuk PKS.

Keputusan akhir dari perdebatan ini nanti akan diputuskan oleh 99 orang anggota Majlis Syuro PKS yang dijadwalkan akan bersidang pada akhir November ini, atau bahkan mungkin bisa lebih cepat. Secara konstitusional partai, MS lah nanti yang akan menentukan ‘hitam putih’ koalisi dengan SBY.

Tidak Cukup Alasan

Jika kita bertanya, beranikah PKS keluar dari koalisi? Saya melihatnya bukan pada ada atau tidaknya keberanian di tubuh partai ini, tetapi lebih pada tidak cukupnya alasa politis yang menguntungkan untuk mengambil keputusan ekstrim untuk keluar dari kabinet hasil reshuffle ini. Dengan kata lain, saya menduga bahwa MS PKS tetap akan memutuskan bahwa koalisi dengan SBY dilanjutkan sampai masa pemerintahan SBY selesai.

Jika pengurangan kursi kabinet dijadikan alasan, SBY secara cerdik telah mengunci jawabannya dengan juga melakukan pengurangan jatah mentri untuk partainya sendiri (Demokrat), yang sebelumnya memiliki lima mentri, sekarang menjadi empat mentri saja. SBY lebih memilih mereka yang berasal dari kalangan profesional daripada tokoh politik. Mungkin untuk memberikan citra bahwa dia serius melakukan perbaikan kinerja kabinet sisa pemerintahannya.

Tentang kontrak politik yang (dikabarkan) dilanggar SBY, juga sulit untuk dijadikan alasan cukup kuat untuk mundur dari kabinet. Konstitusi kita tidak menganggap kontrak politik itu sebagai sesuatu yang legally binding, dimana seorang presiden akan dianggap telah melanggar hukum jika melanggarnya. Kontrak itu lebih berarti sebagai ‘bukti informal’ tanpa kekuatan hukum antara seorang presiden dengan partai politik. Apalagi publik secara umum tidak paham bagaimana posisi Ust.Hilmi dan hubungannya dengan SBY dalam kontrak politik tersebut. Karenanya, kalau PKS mundur atas alasan itu, sulit untuk memperoleh poin politik dari alasan ini.

Beda, jika ada kasus-kasus (seakan-akan) telah terjadi ‘penzhaliman’ kepada menteri PKS, seperti yang dulu dialami SBY sendiri saat dipecat Megawati, atau jika SBY benar-benar secara nyata telah melanggar sumpah dan janjinya sebagai presiden dan itu dipahami oleh mayoritas masyrakar, barangkali bolehlah PKS berfikir untuk keluar.

Jadi, keyakinan saya, PKS sangat mungkin untuk bertahan di kabinet, walau sempat ‘sakit hati’ karena satu jatah kementeriannya ‘terampas’.

Kita lihat saja …

Wallahu ‘alam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s