Antara ‘Kuli’ dan ‘Nguli’

Asslkm,

Hey mpers? Apa kabar anda semua? Semoga semua dalam keadaan sehat dan sukses selalu dalam semua aktifitasnya.

Saya ingin bercerita sedikit tentang serba-serbi kuliah di luar negeri (Australia), yaitu terkait dengan kesempatan atau dibolehkannya mahasiswa Internasional (yang pada dasarnya memiliki student visa) untuk bekerja maksimal 20 jam/week. Dengan izin ini, sepengatahuan saya ada banyak mahasiswa internasional (termasuk mahasiswa Indonesia) yang bekerja part time, disamping kuliah.

Mencari pekerjaan sampingan di sini sepertinya tidak begitu susah, sepanjang anda memiliki kemauan dan tidak terlalu memilih-milih pekerjaan yang tersedia. Luasnya jaringan pertemanan anda juga akan sangat membantu cepat atau lambatnya anda memperoleh pekerjaan. Biasanya yang paling banyak tersedia itu adalah beberapa pekerjaan casual, seperti bekerja sebagai kitchen hand, cleaner, food delivery, media delivery, sampai fruit picker pada musim tertentu.

Walaupun pekerjaan formal seperti di kantoran juga ada, mengajar bahasa Indonesia misalnya, namun banyak mahasiswa tidak terlalu memilih pekerjaan dengan jenis ini. Selain karena jumlahnya tidak banyak jenis pekerjaan ini dikhawatirkan akan menambah beban pikiran si mahasiswa, yang biasanya sudah mumet dengan beragam tugas dan proyek perkuliahan. Sebaliknya, bekerja di sektor casual seperti di atas, biasanya tidak memerlukan pemikiran serius. Modalnya cukup bawa body yang sehat. Habis itu ‘olahraga’ deh di tempat-tempat kerja itu.🙂

Eh, mungkin ada yang nanya, gimana dengan rate gaji untuk pekerjaan casual seperti itu. Hemmm, tidak banyak memang. Tapi, alhamdulillah cukuplah untuk nambah-nambah beli CRV di Indonesia. #hehe..becanda ding# Maksudnya, lumayanlah untuk menambah jumlah setoran zakat di akhir bulan. #duuh, gaya banget# :-))

Terus terang, inilah salah satu diantara alasan banyak orang yang memilih sekolah ke Australia. Jadi, disamping thallabul ‘ilmi juga bisa sekalian ‘thalabul rizki‘ (mencari rizki, maksudnya)🙂 Bahkan, ada sebagian mahasiswa yang berseloroh, kalau dulu awal-awal bekerja komitmennya, kerjanya ‘part time’, dan kuliahnya ‘full time’, tetapi setelah jalan beberapa bulan, malah belajarnya yang ‘part time’. Hehe… Gak saya lho, maksudnya. Kalau saya sendiri, insyaAllah, sekolah tetap nomor satu.🙂

Ayo, siapa yang tertarik sekolah ke Australia?

Salam,
AD

p.s. gambar dicomot dari sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s