[Seri 4] Potonglah Leherku, Ku Tak Peduli

Assalamu’alaikum wr,wb.

Sahabat empers yth.

Tulisan ini adalah lanjutan dari serial belajar kepada guru kehidupan yang pernah saya tulis sebelumnya. Bagi anda yang baru bergabung dengan serial ini, silahkan juga di intip beberapa edisi tulisan sebelum ini.

Pada edisi kali ini, saya akan membahas satu pelajaran luar biasa yang bisa kita ambil dari keajaiban pohon pisang. Bahwa pohon pisang adalah salah satu jenis pohon yang multi guna, barangkali hampir semua kita memahaminya. Kita tahu bahwa hampir semua bagian dari pohon pisang itu bisa bermanfaat bagi manusia dan kehidupan. Mulai dari batangnya sampai daunnya. Baik saat usianya masih muda, maupun ketika dia sudah tua. Bahkan ketika batangnya telah matipun.

Namun, pada tulisan ini saya tidak akan membahas panjang tentang poin ‘kebermanfaatan’ pohon pisang ini, karena esensinya telah kita bahas pada edisi sebelumnya – tentang air. Poin menarik yang akan saya tekankan pada edisi ini adalah terkait ketangguhan pohon pisang dalam menggapai ‘visi kehidupannya’.

Memberi buah untuk manusia sepertinya adalah ‘cita-cita tertinggi’ (baca: visi) kehidupan pohon pisang. Dan untuk mencapai ini, pohon pisang berani menghadapi resiko ‘apa aja’. Dia tidak akan mundur (walau setapak) atau berhenti berusaha hanya karena gerakan pertumbuhannya terhalang sesuatu. Pohon pisang seperti telah menyiapkan energi dan nafas yang panjang dalam rangka mencapai tujuannya ini. Dia tak akan pernah surut (walau selangkah) sampai visi kehidupannya ini tercapai.

Bahkan kalaupun batang pohon pisang muda itu kita potong berkali-kali, selama akarnya masih menghunjam ke tanah, si batang itu akan tetap berusaha bertahan hidup. Setiap kita potong, setiap itu pula pada bekas potongan itu akan tumbuh tunas baru yang tak kenal lelah dan tak kenal kata mundur. Sang batang seakan berkata, “Potonglah ‘leherku’, Ku tak peduli”.

Enam bulan yang lalu, saya memangkas habis sampai bagian paling bawah beberapa anak pisang yang tumbuh di belakang rumah kami, kemudian saya timbun dengan kerikil di atas bekas potongan itu. Namun saat saya pulang setelah enam bulan, anak-anak pohon pisang itu kembali terlihat tumbuh rimbun menghijau dari balik kerikil itu.

Saya pikir dalam konteks berusaha menggapai impian yang telah kita canangkan, sangat pantas kita belajar pada semangat juang pohon pisang ini. Bahwa orang-orang visioner itu adalah orang-orang yang tangguh. Mereka adalah orang yang tak pernah mengenal kata takut, galau, apalagi mundur dalam berjuang menggapai cita-citanya.

Bagi mereka, tidak ada halangan yang akan menjadi penghalang. Tak akan ada hambatan yang akan menjadi penghambat. Karena visi kehidupan mereka jelas, semuanya akan menjelma menjadi tantangan yang akan membuat adrenalin mereka mengalir semakin kencang.

Kalau kita pelajari sejarah orang-orang sukses, di bidang apapun, maka akan kita temukan bahwa jiwa-jiwa tangguh dan pantang menyerah inilah salah satu yang menjadi modal besar mereka. Dengan sikap mental seperti inilah, Thomas Alfa Edison, misalnya, akhirnya bisa menemukan listrik yang kemudian menjadi temuannya yang sungguh fenomenal. Sikap ini juga yang membuat banyak para pengusaha , semisal Sandi S Uno menggapai kesuksesaanya, walau sebelumnya pernah jatuh pada titik sangat rendah dalam proses usahanya. Cerita yang sama, juga akan kita baca pada sejarah hidup penulis hebat, semisal Jk Rowling yang karyanya awalna banyak ditolak penerbit sebelum meraih sukses besar dengan Harry Potternya.

Semakin banyak kita membaca kisah orang-orang hebat itu, maka akan semakin banyak pula kita menemukan sikap mental tangguh ala ‘pohon pisang’ ini. Karenanya, jika anda ingin menggapai cita-cita anda, kenapa tidak belajar (salah satunya) kepada guru alam bernama pohon pisang ini?

Salam sukses untuk kita semua!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s