Wow, How Could You Do That?

Sahabat empers,

Walaupun ini bukan yang pertama menjalankan puasa di negeri orang (Australia), tetap saja ada suasana berbeda yang saya rasakan ketika berpuasa di sini dibanding dengan ketika berpuasa di negeri sendiri. Perbedaan utamanya tentu adalah pada tidak begitu terasanya suasana Ramadhan di lingkungan sekitar yang mayoritas masyarakatnya tak pernah tahu apa itu puasa Ramadhan. Semua aktivitas manusia di sini (kegitan perkuliahan, misalnya) berjalan sebagaimana biasanya. Tidak ada libur menjelang Ramadhan, tidak ada penyesuaian jadwal kuliah, dan hampir dipastikan nanti ketika Idul Fithri tiba, tak ada satupun jadwal perkuliahan yang akan berubah.

Dan tadi pagi seperti biasa, saya ‘ngantor’ (biasanya kami mahasiswa Ph.D menggunakan istilah ini untuk mengganti kata ‘ngampus’, karena hampir semua Ph.D student diberi fasiltas (shared) office untuk bekerja dan menyelesaikan risetnya. Di ruangan kerja kami yang cukup luas, saya share dengan beberapa mahasiswa Ph.D lainnya. Ada tiga mahasiswi Aussie, satu mahasiswa Chilie, dua lagi dari Bangladesh dan Cina. Ketika jam break tadi pagi, seorang teman dari ruang seblah, mahasiswa asal US datang ke ruangan kami dengan membawa sebungkus cokelat. Dengan senyum dan baik hati dia menawarkan cokelat yang dia bawa kepada semua orang di ruangan saya, termasuk saya.

Karena lagi berpuasa, tentu saya harus menolak tawaran cokelat yang menggiurkan itu.

No, thank you”, saya bilang.

Tetapi saya tidak mau dia merasa tidak nyaman karena saya telah menolak kebaikannya. Dia tentu tidak tahu kalau saya lagi berpuasa. Maka kemudian, saya lanjutkan,

“I love chocalate, but you know what? I am now fasting”

Jawaban bahwa saya sedang berpuasa kontan membuat si bule Amerika yang menawarkan cokelat itu sedikit surprised dan merasa bersalah,

Oh, I see. Sorry. we didn’t know that,” katanya.

No worries”, saya bilang.

Namun mengetahui bahwa saya sedang berpuasa itu kemudian membuat para bule yang lain bertanya tentang bagaimana muslim berpuasa, berapa lama, apa saja yang boleh dan tidak boleh selama berpuasa, dan seterusnya. Kemudian, saya mencoba menjelaskan bahwa muslim itu wajib berpuasa selama satu bulan penuh, tidak makan dan tidak minum (diantaranya) dari terbitnya fajar sampai matahari terbenam.

Mendengar penjelasan saya bahwa muslim tidak makan tidak minum seharian penuh itu, mereka hampir serentak bilang,

” Wow, how could you do that?”
” I can’t do that,” kata bule yang satu
” I love eating and I just can’t live without drinking,” kata yang satu lagi
” Neiher can I,” sahut si Aussie yang lain.

Mereka seperti takjub mendengar cerita saya (padahal dalam hati saya bilang ‘biasa aja kalee’). Para bule itu kemudian ingin tahu apa yang saya rasakan saat ini (sudah hampir siang). Dengan khawatir dia bertanya,

“Are you feeling alright now, Anto”

“Yes, I am”, jawab saya.
“You know that fasting bring advantages for me. I am now feeling more focused on studying, for example, as I don’t have to be distracted by the the need to break for food and drink”.

“I also believe that fasting is good for our health, bla bla ” saya kemudian bercerita agak lebih banyak tentang filosopi puasa dan kesehatan.

Belum habis penasaran para bule ini, kemudian saya tambahkan,

“Even my youngest daughter, five years old now, can do fasting like me”

“Woow..!!”, para bule ini semakin terbelalak. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka.

Demikian dulu ‘laporan singkat’ saya siang ini.🙂

Selamat berbuka puasa (masih lama kali yah di sana) :-))

5 thoughts on “Wow, How Could You Do That?

  1. kalau melihat realita di luar negeri terasa bahwa puasa di negeri sendiri sebetulnya “sudah dimanja”, ya… Terimakasih follownya sehingga sekarang saya pun folback

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s