Lailatul Qadr Itu Mestinya ‘Dijemput’

Kultwit saya tentang malam Lailatul Qadr

ImageAfrianto ‏@AfriantoDaud

1. selama ini kita cendrung memposisikan diri sebagai objek yang menunggu malam #lailatulqadr

2. sehingga kita cendrung ‘pasif’ menunggu kedatangannya dan beradu ‘keberuntungan’, siapa tahu kita bertemu dengannya #lailatulqadr

3. pemahaman kebanyakan kita adalah malam itu ‘diturunkan’ dan sangat beruntung bagi mereka yang menjumpainya #lailatulqadr

4. saatnya merubah posisi menjadi subjek yang secara aktif ‘menjemput’ malam #lailatulqadr

5. bagaimana kalau kt merubah mindsetnya dengan menjadikan diri kita sebagai subjek aktif, #lailatulqadr

6. bahwa malam itu adalah malam dimana kita membuat keputusan besar dalam rangka menjadi hamba terbaik di hadapan Tuhan #lailatulqadr

7. kita secara aktif dan sungguh-sungguh berusaha sejak malam 1 Ramadhan, beramal, merenung, dan mengevaluasi perjalanan hidup kt #lailatulqadr

8. sampai kita pada satu titik dimalam itu, mendeklarasikan diri secara sadar bahwa kita ingin mnjadi makhluk Tuhan yg lebih baik #lailatulqadr

9. menangisi setiap kesalahan kita, bertaubat, dan memohon agar Tuhan memeluk kita dengan kasih-Nya, dan menjaga kt agar istiqmh #lailatulqadr

10. pada titik inilah kita telah mempeoleh malam yang spesial itu. malam yang lebih baik dari seribu bulan #lailatulqadr

One thought on “Lailatul Qadr Itu Mestinya ‘Dijemput’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s