Kisah Inspiratif – Pendidikan Dasar di Australia

primary-school

#pendidikandasar
#Australianeducation

Sahabat Fbers,

Sebagaimana janji saya pada tulisan (status) sebelumnya, mulai hari ini saya akan menuliskan beberapa catatan saya terkait sistem pendidikan (dasar) Australia, khususnya Victoria. Catatan ini secara berkala (saya belum tahu persis seberapa rutin saya bisa menulisnya) akan mencoba menceritakan beberapa aspek, mulai dari manajemen pendidikan, sistem wajib belajar, pembiayaan, kurikulum, pendekatan pengajaran, sistem evaluasi, peran serta orang tua, profile para guru, fasilitas sekolah, kegiatan ekstra kurikuler, dan hal-hal menarik laiinya.

Sebelumnya perlu saya sampaikan beberapa disclaimers:

1. Catatan ini mungkin akan sedikit wordy, karenanya bagi yang tidak suka membaca status FB yang panjang-panjang, lewatkan dan please just ignore this post ^^ Karena beberapa alasan saya sengaja menuliskannya di kolom status ini, dan bukan di notes FB.

2. Catatan ini bukanlah tulisan ilmiah, tetapi lebih sebagai refleksi pribadi dari apa yang saya lihat dan alami saat membersamai anak-anak saya yang sedang bersekolah di sini. Karena ini adalah refleksi pribadi, maka sangat mungkin bahwa apa yang saya tulis mengandung banyak kekurangan di sana sini.

3. Walaupun mungkin nanti saya tidak bisa menghindar untuk melakukan perbandingan dengan sistem pendidikan dasar kita, namun saya sama sekali tidak berpretensi ‘membanding-bandingkan’, atau bahkan mengatakan salah satu sistem pendidikan itu lebih baik dari yang lain. Saya percaya bahwa sistem pendidikan apapun dan dimanapun akan memiliki sisi positif dan negatif. Karenanya, tidak salah kalau kita mengambil inspirasi kebaikan darimana saja.


Baiklah, pada postingan perdana ini, saya akan sedikit bercerita tentang sistem manajemen pendidikan Australia secara umum. Kalau di tanah air belakangan kita mengenal istilah otonomi pendidikan atau manajemen berbasis sekolah, di Australia manajemen pendidikan seperti ini telah mereka terapkan sejak lama. Dimana pengelolaan pendidikan diserahkan sepenuhnya kepada state (negara bagian) masing-masing. Dengan demikan, kebijakan pendidikan di suatu state bisa berbeda dengan state yang lain.

FYI, Australia tediri dari enam negara bagian: South Wales (Ibukota: Sydney), Victoria (Ibukota: Melbourne), Queensland (Ibukota: Brisbane), Australia Selatan (Ibukota: Adelaide), Australia Barat (Ibukota: Perth), dan Tasmania (Ibukota: Hobart). Ibukota negara Australia sendiri adalah Canberra. Ingat ya, bukan Sydney atau Melbourne, walau Sydney atau Melbourne lebih metropolis dibanding Canberra

Balik ke sistem pendidikan, secara umum pendidikan di Australia terbagi tiga: pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi (Sama ya dengan kita di Indo ^_^). Bedanya adalah, kalau di Victoria anak yang berusia lima tahun pada bulan April tahun berjalan sudah bisa masuk primary school (SD), dan dimasukkan ke kelas Prepatory. Ini adalah kelas yang sudah terintegarasi langsung dalam sistem primary school. Lengkapnya, primary school itu terdiri dari 7 tingkatan (kelas Prep s/d grade 6).

Perlu saya sampaikan bahwa sistem pendidikan di sini sangat ketat dengan syarat usia anak dalam pengelompokan kelas mereka. Satu hari saja seorang anak kurang umurnya enam tahun ketika mendaftar, misalnya, maka dia tidak bisa dimasukkan ke kelas 1 SD. Karena alasan ini, anak kami Raudhatul Jannah, ‘terpaksa’ harus turun kelas saat sampai di sini. Raudha sekarang masih kelas 5, padahal di Indonesia seharusnya Raudha sekarang sudah kelas 6. Sebaliknya, ada anak yang ‘naik kelas’ ketika pindah dari Indonesia, karena pertimbangan usia ini.

Setelah anak-anak selesai grade 6, dengan demkian mereka pindah sekolah ke secondary school. Walaupun wajib belajar di Victoria sebenarnya hanya sampai kelas 10 (usia 17 tahun), namun anak-anak mayoritas menyelesaikan kelas menengah mereka sampai grade 12. Pada grade 11 dan 12 mereka sudah diarahkan memilih bidang dan atau spesialisasi mereka nanti saat kuliah. Pada setiap akhir tahun periode ini, misalnya, mereka mengikuti ujian Victorian Certificate of Education (VCE) atau the Victorian Certificate of Applied Learning (VCAL) untuk bisa tamat dari secondary school mereka. (Terkait VCE akan saya bahas terpisah pada postingan mendatang).

Terkait sekolah menengah ini, perlu juga saya sampaikan bahwa grade 7-12 itu biasanya berada dalam satu sekolah dengan satu manajemen. Dengan demikian mereka tidak mengenal istilah SMP dan SMA dengan bangunan dan manjemen berbeda, seperti yang kita punya. Namun di lapangan, mereka memilih beberapa nama yang berbeda. Ada yang menyebut sekolah mereka dengan nama ‘seconday college’, ada juga yang menyebutnya dengan ‘high school’. Kedua istilah ini refer pada makna yang sama — sekolah menengah.


Well, demikian dulu ya temans2. Khwatir kepanjangan . Silahkan tunggu catatan berikutnya.

Jika anda ingin saya tag pada catatan berikutnya, silahkan acungkan tangan anda. ^^

3 thoughts on “Kisah Inspiratif – Pendidikan Dasar di Australia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s