Buku Rapor Deskriptif di SD Australia

#bestpractice
#basic-education
#australian-education

Buku Rapor Deskriptif

Seperti pernah saya niatkan, diantara postingan saya dengan tema lain, saya akan melanjutkan pembahasan saya terkait beberapa best practice di Pendidikan dasar Australia. Ada beberapa tema lagi yang ingin saya bahas, namun berdasarkan request seorang kontak, kali ini saya akan bercerita tentang bentuk buku lapor anak-anak SD di sini, persisnya di SD dimana anak saya bersekolah (CNPS).

Sebelumnya perlu saya katakan bahwa sistem SD di sini tidak mengenal ujian semester seperti halnya kita; juga tidak ada istilah tinggal kelas. Penilain lebih banyak berbasis penilaian portfolio dan penilaian proses. Di akhir tahun ajaran, semua anak akan tetap melaju pada grade berikutnya sesuai dengan perkembangan usianya. Dengan demikian, tidak akan ditemukan pada buku lapor anak-anak di sini yang berisi tinggal atau naik kelas.

Kalaupun ada ujian, semisal NAPLAN (The National Assessment Program – Literacy and Numeracy); namun ini bukanlah ujian untuk naik kelas atau lulus SD. Ujian ini lebih sebagai alat pemerintah untuk memperoleh data capaian kemampuan siswa di mata pelajaran Baca Tulis dan Matematika. Mungkin di lain waktu saya perlu bahas NAPLAN ini dalam kaitannya dengan Ujian Nasional yang kita punya.

Kembali tentang buku lapor, sebagaimana layaknya buku laporan perkembangan sisiwa, lapor di sini berfungsi sama, yaitu memuat laporan perkembangan anak didik selama fase tertentu di sekolahnya. Sekali lagi, Titik tekannya adalah pada poin laporan perkembangannya, bukan pada sekedar apa yang sudah dicapai anak pada masa tertentu.

Dibanding buku lapor anak didik kita di Indonesia, perbedaan paling mencolok dari buku laporan di sini adalah pada bentuk laporan penilaian yang deskriptif ketimbang kuantitatif dalam bentuk angka – sebagaimana halnya kita.

Untuk lebih jelas, perhatikan beberapa foto gambar lembar lapor anak saya – Raudha (kelas 6 SD). Lapor deskriptif itu dimulai dengan memberikan deskrpisi umum (general commnent) terhadap capaian sisiwa dalam satu term terkakhir (perhatikan gambar 1).

Deskripsi Umum Tentang Siswa

Deskripsi Umum Tentang Siswa

Menarik memperhatikan untaian kalimat positif yang ditulis guru kelas Raudha. Nyaris tak ada laporan negatif. Saya yakin deskripsi dengan suasana yang sama juga diberikan pada siswa yang lain.

Deskripsi umumi ini kemudian diikuti penjelasan perkembangan dalam bentuk tabel dengan dengan dot dan atau garis titik titik yang menunjukkan pencapaian dan perkembangan pada kelasnya saat ini (gambar 2). Jika siswa pada kelas tertentu mencapai standar kurikulum yang diterapkan, maka dot hitamnya akan persis berada garis kelasnya. Jika kemampuannya belum mencapai standar kurikulum yang ditetapkan, atau malah melebihi standar, juga bisa dilihat pada posisi dot hitam itu.

Deskripsi Setiap Mapel

Deskripsi Setiap Mapel

Laporan itu menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan Raudha sebagai siswa kelas 6 sukses mencapai standar kompetensi seorang siswa kelas 6 untuk semua mata pelajarannya. Raudha bahkan dilaporkan telah memiliki kemampuan siswa melebihi kelasnya. Raudha, misalnya, dinilai telah memiliki kemampuan sama dengan siswa kelas 7 (kelas 1 SMP) untuk pelajaran Thinking Process, Civic and Citizenship, dan beberapa mata pelajaran lainnya.

Laporan dalam bentuk dot poin ini tentu saja tidaklah cukup. Karenanya, guru kelas juga memberikan deskripsi yang lebih detail pada halaman berikutnya. Yaitu ketika guru mendeskripsikan pencapaian siswa dengan lebih deskriptif untuk setiap mata pelajaran. Dengan demikian, jika orang tua ingin tahu kemampuan apa saja persisnya yang telah dicapai anaknya pada subyek Bahasa Jepang, misalnya, maka orangtua bisa mengetahuinya pada detail tersebut (lihat gambar berikutnya).

Deskrpisi Lebih Detail Mapel

Deskrpisi Lebih Detail Mapel

Saya perhatikan deskripsi guru lebih fokus menceritakan pada apa yang sudah dicapai siswa; bukan pada apa yang tidak. Ini memungkinkan anak dan orangtua memiliki sikap positif pada pencapaian anaknya selama satu term itu. Namun demikian, guru kelas juga menyampaikan beberapa hal yang perlu bimbingan lebih jauh dari orangtua di rumah terkait kemampuan tertentu untuk pelajaran tertentu.

Yang juga menarik adalah bahwa dalam deskripsi ini ada penekanan khusus pada nilai USAHA. Ya, sepertinya penghargaan pada usaha siswa dalam proses belajar mendapat porsi yang spesial. Pada beberapa acara pemberian award, saya perhatikan bahwa cukup sering sekolah memberikan award khusus pada anak-anak yang menunjukkan usaha serius dalam belajar, terlepas dia sudah paham atau belum dengan apa yang dipelajari.

Intinya, sekali lagi, sekolah lebih mementingkan proses dan bukan hasil. Penekanan pada aspek kehadiran siswa adalah juga refleksi dari betapa pentingnya anak-anak memastikan ikut dalam setiap proses pembelajaran di sekolah.

Oh ya. Rapor di sini juga tidak ada rangking-rangkingan. Walau begitu, Setiap penerimaan rapor selalu ada pemberian award tertentu atas capaian siswa dengan kategori tertentu, seperti sudah saya bahas pada postingan sebelumnya.

Overall, sebagai orangtua, saya bisa merasakan bahwa rapor yang deskriptif seperti di atas lebih informatif karena orangtua bisa mendapatkan sense yang lebih jelas terkait perkembangan anaknya. Deskripsi itu sangat bermakna bagi para orangtua. Bandingkan, misalnya, dengan angka-angka kuantitatif seperti 7,8, atau 9 sebagaimana dulu menghiasi rapor kita. Angka-angka itu tentu sangat miskin gambaran spesifik terkait kemampuan apa saja yang telah dimiliki oleh seorang siswa.

Demikian, sekedar cerita. Semoga bermanfaat bagi para guru dan teman yang membaca.

Maaf, jika agak kepanjangan🙂

*Saya tak persis ingat siapa saja yang dulu request untuk saya tag pada postingan sejenis ini.

Jadi silakan mentag diri sendiri jika diperlukan 󾌵

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s