Hati-Hati, Penipuan di Facebook!

Sahabat sekalian.

caution!Saya ingin share tentang kejadian yang saya alami tadi pagi ketika saya dihubungi via message inbox oleh seorang teman lama saya saat kuliah dulu. Sapaan yang dengan cepat saya deteksi sebagai komunikasi yang aneh dan berbau penipuan itu akhirnya terbukti adalah benar sebagai bentuk penipuan. Alhamdulillah.

Seharusnya saya share cerita ini segera setelah kejadian tadi pagi (sekitar jam 7.00 WIB) agar teman-teman lain juga aware dan tidak menjadi korban. Namun, tadi saya memilih untuk mengerjakan yang lain dulu. Ada tugas yang harus saya setor segera ke supervisor. Toh, saya sudah langsung hubungi suami teman saya itu. Sehingga dia tahu apa yang terjadi dengan account FB istrinya.

Berikut bagian transcript percakapan saya dengan si penipu. Mungkin anda bisa mengenal pola komunikasinya. Sehingga jika komunikasi seperti ini anda alami, anda juga bisa dengan cepat bisa mendeteksinya sebagai sesuatu yang pantas dicurigai. Inisial AR pada percakapan mengacu pada Abu Raudha, sementar DA refer pada Defi Adri (bukan nama sebenarnya).

Perhatikan respon dan analisa saya di dalam kurung.

DA: Assalammualaikum
AR: Waalaikumussalam. Apa kabar adek. Tumben nyapa smile emoticon

DA: hehe. Alhmdulilah baek
rencna nak mnta tolong sbnta nto bs ndak ,,

AR: Yo. Apo tuh
DA: nto, bs pinjm saldo ndak di ATM nto.
buek kirm ka sanak dek sakik nto
insyallah bsuak ala dek ganti nto

(dari cara dia request pertama kali, saya sudah feeling, bahwa sepertinya ini bukan dari teman saya. terlalu to the point. tidak pakai basa-basi. apalagi janji besok mau diganti. terlalu cepat, menurut saya)

AR: Sia sakik dek
DA: sanak dek nto

(Jawaban ini juga mencurigakan, karena terlalu umum. Untuk ukuran minjam uang ke teman, seharusnya dia bisa mention lebih spesifik siapa anggota keluarganya yang sakit.)

DA: lai bs ndak nto

AR: Buliah. Paralu bara
DA: low ado adek pinjm 3jt nto
janji bsuak ala dek ganti nto..
low ndak ado, bra yg ado sjo nto ndak baa

(ini hal mencurigakan yang lain. minjam tiga juta, kalau gak ada, langsung banting seberapanya aja, padahal saya belum jawab ada atau tidak ada – tidak normal. Yang nipunya juga gak terlalu pintar kayaknya :p)

AR: Dikirim kama

(saya sengaja mancing dengan pertanyaan ini, karena salah satu kunci penipuan adalah pada nomor rekening. Jika orang yang menghubungi anda, meminta transfer uang ke rekening orang yang berbeda – bukan atas nama dia sendiri, hampir 90 persen adalah penipuan).

DA: Ka rek sanak adek, nto..
(Ups, saya mulai mendapatkan clue yang lebih jelas)

Nto pkai ATM bank apo kirmnyo..

AR: Apo Ajo lah

(sengaja saya tak menyebut bank tertentu, karena saya ingin tahu bank apa yang dia prefer. Menurut saya, bank yang pertama kali dia sebut adalah bank yang paling dekat dengannya. Atau adalah rekening atas namanya sendiri. Saya ingin tahu nama aslinya)

DA: lai bs kan nto kirmnyo skrng ..

(perhatikan, dia terus mendesak sekarang juga. Kelihatan kan dia kepengen cepat-cepat, biar bisa dapat transferan uang cepat)

AR: Kirim lah dulu rekening nyo

DA: iko noreknyo sanak adek nto , 0622.0102.5888.XXX ats nmo Heri SXXXXX E bank BRI

(Sampai di sini, saya 90 persen sudah yakin, ini pasti bukan teman saya. Saya ingin menguji dengan satu tes lagi, memancingnya berkomunikasi dengan bahasa Inggris. karena saya tahu teman saya adalah guru bahasa Inggris. Jika ada teman yang bekerja di BRI bisa melacak siapa sebenarnya pemilik rekening ini, nanti detail rekeningnya saya kirim :-))

AR: But, why don’t you use your own account?

(lama sekali dia pause, tidak menjawab. Mungkin dia sedng mencari google translate untuk menjawab pertanyaan saya grin emoticon. Saya kemudian search nama yang ada pada rekening di FB. Hanya beberapa detik, langsung nemu. Saya save satu fotonya, dan kemudian saya kirim pada si penipu ini.

AR: I got you wink emoticon — Mau saya lapor ke polisi?


Si DA kemudian langsung memperlihatkan siapa aslinya. Marah-marah. Menantang saya jika bisa membuktikan dimana posisinya. Apa memang saya bisa melaporkannya ke polisi. Beberapa nama binatangpun berhamburan dari tulisannya. Sejurus, saya kemdian blok akun teman saya tadi itu. Saya segera hubungi suami teman saya. Memberi tahu bahwa akun istrinya sudah dihack orang. Meminta dia membuat pengumuman di akun FBnya sendiri, memberi tahu tentang ini. Biar tidak ada korban.

Saya bersyukur siang tadi, saya perhatikan beberapa teman sudah posting pemberitahuan serupa. Semoga tak ada yang terlanjur jadi korban.


Morale of the story:

1. Internet adalah hutan belantara. Pastikan keamanan akun FB anda. Jangan sampai jatuh ke tangan pendekar berwatak jahat. Pastikan log out jika anda online di komputer umum. Atau tukar password anda secara berkala. Gunakan sandi yang susah ditebak. Gabungan angka, huruf besar kecil, dan simbol adalah sandi yang kuat.

2. Walau tentu tetap berusaha positive thinking, untuk komunikasi sejenis dia atas (meminta kiriman duit, kirim pulsa, mengajak berbisnis, atau bahkan mengajak kencan) akan lebih baik jika anda punya early warning system dalam diri anda. Saya lebih memilih untuk curiga terlebih dahulu berkomunikasi dengan ‘orang tak jelas’ di dunia maya, sampai saya bisa buktikan bahwa orang yang menghubungi saya bukanlah spam apalagi penipu.

Demikian! Semoga bermanfaat! Silahkan dishare jika bermanfaat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s